Tuban, MEMANGGIL.CO – Insiden ledakan yang memicu kebakaran di area Kilang Minyak PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban masih menyisakan tanda tanya di tengah publik.
Sebab, kejadian pada Kamis (16/10/2025) itu dipicu kebocoran pompa di salah satu unit pengelolaan petrokimia, dan membuat warga sekitar panik, bahkan sebagian memilih mengungsi akibat bau menyengat yang tercium hingga ke permukiman.
Ketua Komisi II DPRD Tuban, Fahmi Fikroni, saat itu secara terbuka menyampaikan dugaan adanya pelanggaran atau kelalaian prosedur yang memicu terjadinya ledakan dan kebakaran di unit pengelolaan petrokimia.
Atas insiden tersebut, DPRD Tuban berencana melakukan investigasi untuk memastikan apakah kejadian itu berkaitan dengan lemahnya penerapan standar keselamatan kerja.
Namun di tengah persoalan itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur justru menganugerahkan penghargaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) kepada TPPI.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam rangka peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 di lapangan PT Petrokimia Gresik, Rabu (14/1/2026).
Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen perusahaan dalam menerapkan sistem manajemen K3 secara konsisten dan berkelanjutan di lingkungan kerja.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kabupaten Tuban, Rohman Ubaid, membenarkan adanya penghargaan tersebut.
Baca juga: Penguatan Skuad, 6 Pemain Baru Resmi Bergabung di Persatu Tuban Jelang Laga 32 Besar Liga 4
Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus mendorong seluruh perusahaan di Tuban untuk menerapkan K3 secara menyeluruh.
“Upaya ini kami lakukan melalui sosialisasi, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi secara rutin bersama pengawas ketenagakerjaan Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Menurut Ubaid, pengawasan tidak hanya dilakukan secara administratif, melainkan juga melalui pendampingan langsung di lapangan. Hal itu bertujuan memastikan perusahaan menjalankan standar K3 demi menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif.
“Kami ingin memastikan pelaksanaan K3 benar-benar berjalan, bukan sekadar formalitas,” tegasnya.
Baca juga: Kaget di Sawah, Kakek di Tuban Dengar Namanya Diumumkan Meninggal
Sementara itu, manajemen TPPI saat itu membantah tudingan wakil rakyat terkait adanya kelalaian prosedur dalam insiden kebakaran tersebut.
Area Manager CSR & Comrel PT TPPI, Tinoto Hadi Sucipto, menegaskan bahwa peristiwa yang terjadi merupakan flash fire atau nyala api sesaat akibat kebocoran pompa di salah satu unit pengelolaan petrokimia.
“Terjadi flash fire, dan tidak ada kesalahan prosedur,” tegas Tinoto.
Lebih lanjut, ia juga memastikan kondisi kilang saat ini telah kembali normal dan aktivitas produksi berjalan seperti biasa. “Produksi BBM untuk nasional tetap lancar,” pungkasnya.
Editor : Abdul Rohman