Embung Raya Balun Cepu, Ruang Publik Baru Favorit Warga Blora

Reporter : Redaksi
Embung Raya Balun Cepu diresmikan Bupati Blora, H. Arief Rohman. (Memanggil.co/Ist)

Cepu, MEMANGGIL.CO - Embung Raya Balun, Kecamatan Cepu, kini tidak lagi sekadar berfungsi sebagai pengendali banjir. Setiap akhir pekan pagi, kawasan ini menjelma menjadi ruang hidup baru bagi warga.

Dari aktivitas olahraga, rekreasi keluarga, hingga geliat ekonomi UMKM, semua berpadu dalam suasana pagi yang hangat dan penuh kebersamaan.

Baca juga: Layanan Digital RSUD dr. R. Soeprapto Cepu Tetap Ramah Lansia dan Masyarakat Desa

Bupati Blora, H. Arief Rohman menegaskan, pemanfaatan embung sebagai Pasar Pagi merupakan bagian dari konsep pembangunan yang berorientasi pada manfaat langsung bagi masyarakat.

“Embung ini kita bangun bukan hanya untuk fungsi teknis pengendali banjir, tetapi juga harus bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kalau bisa jadi tempat olahraga, rekreasi, dan menggerakkan UMKM, itu jauh lebih baik,” ujar Gus Arief, panggilannya, ditulis Minggu (18/1/2026).

Menurutnya, ruang publik yang hidup akan menciptakan interaksi sosial yang sehat sekaligus mendorong perputaran ekonomi lokal.

Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang partisipasi warga untuk memanfaatkan kawasan embung secara positif dan tertib.

“Kami ingin ruang-ruang publik di Blora ini menjadi tempat berkumpul yang nyaman, aman, dan produktif. Masyarakat sehat, UMKM bergerak, ekonomi tumbuh,” tambahnya.

UMKM Diberi Ruang, Ekonomi Warga Bergerak

Deretan lapak UMKM yang berjajar di Pasar Pagi Embung Raya Balun menjadi bukti nyata bagaimana ruang publik mampu menjadi penggerak ekonomi warga. Beragam produk dijajakan, mulai dari jajanan tradisional, minuman herbal, kopi seduh, hingga produk olahan rumahan.

Gus Arief menyebut, keberadaan UMKM di kawasan embung sejalan dengan visi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis lokal.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Kita dorong agar mereka punya ruang berjualan yang layak, dekat dengan masyarakat, dan biayanya ringan,” ungkapnya.

Baca juga: Lakuning Lintang: Karakter Orang Lahir Minggu Kliwon Menurut Primbon Jawa

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus melakukan pembinaan agar aktivitas UMKM tetap tertata, bersih, dan tidak mengganggu fungsi utama embung.
Rutin Akhir Pekan, Tetap Utamakan Keamanan

Rencananya, Pasar Pagi Embung Raya Balun akan dibuka secara rutin setiap akhir pekan pada pagi hari. Pengaturan waktu dan lokasi lapak dilakukan agar tidak mengganggu aliran air maupun aktivitas utama embung.

“Kita atur agar semua tertib. Fungsinya tetap jalan, lingkungannya terjaga, masyarakatnya bisa beraktivitas dengan aman dan nyaman,” tegas Gus Arief.

Ia berharap, model pemanfaatan Embung Raya Balun bisa menjadi contoh pengelolaan ruang publik di wilayah lain di Kabupaten Blora.

Wajah Baru Cepu Raya

Baca juga: BNN Segera Buka Kantor di Blora, Perkuat Pencegahan dan Rehabilitasi Narkoba di Wilayah Perbatasan

Geliat Pasar Pagi Embung Raya Balun perlahan membentuk wajah baru Cepu Raya. Pagi hari tak lagi sepi, tetapi dipenuhi aktivitas warga yang datang untuk bergerak, berinteraksi, dan saling menguatkan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, Bagi Gus Arief Rohman, inilah esensi pembangunan yang ingin terus didorong.

“Pembangunan itu bukan hanya bangunan fisik, tapi bagaimana fasilitas yang ada bisa menghidupkan masyarakat. Kalau rakyatnya senang, sehat, dan ekonominya bergerak, itu tujuan utama kita,” pungkasnya.

 

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru