Cepu, MEMANGGIL.CO - Ancaman longsor membayangi permukiman warga di bantaran Sungai Bengawan Solo, Desa Nglanjuk, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora. Rumah milik Muntasir, salah satu warga setempat, kini berada dalam kondisi rawan setelah tanah di bagian belakang rumahnya terus tergerus erosi sungai.
Erosi dipicu oleh debit air Bengawan Solo yang fluktuatif serta curah hujan tinggi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Aliran sungai yang deras mengikis bantaran tanah secara perlahan namun pasti, hingga menyebabkan longsoran di area tepat di belakang bangunan rumah.
Pantauan di lokasi menunjukkan, sebagian tanah penyangga rumah telah longsor. Kondisi ini berdampak langsung pada struktur bangunan. Ujung tiang rumah bagian belakang dilaporkan mulai turun dan berpotensi amblas, meningkatkan risiko kerusakan lebih parah jika erosi terus berlanjut.
Muntasir mengungkapkan, kejadian longsor pertama kali terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Cepu beberapa bulan lalu. Sejak saat itu, kondisi bantaran sungai di belakang rumahnya terus memburuk.
“Kalau hujan deras, air sungai naik dan tanah langsung tergerus. Biar tidak tambah parah, saya dibantu tetangga pasang tiang darurat dari bambu,” kata Muntasir, ditulis Minggu (18/1/2026).
Upaya pemasangan tiang bambu dilakukan secara swadaya sebagai langkah sementara untuk menahan tanah. Namun, langkah tersebut dinilai tidak cukup kuat menahan tekanan erosi, terutama saat debit Bengawan Solo meningkat.
Warga setempat khawatir, jika tidak segera ada penanganan dari pemerintah, longsor susulan bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengancam keselamatan penghuni rumah.
Muntasir berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait segera turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan serta penanganan darurat, seperti penguatan tebing sungai atau pemasangan bronjong.
“Kami hanya berharap ada perhatian. Kalau dibiarkan, rumah bisa roboh dan membahayakan keluarga,” ujarnya.
Kasus erosi di bantaran Bengawan Solo ini menambah daftar wilayah rawan bencana di Kabupaten Blora, terutama di musim hujan. Warga berharap langkah mitigasi segera dilakukan agar ancaman longsor tidak meluas dan menimbulkan korban.
Editor : Redaksi