PLN UIT JBM Kampanyekan Lingkungan Melalui Penyaluran Pupuk Kompos Organik di Gresik

Reporter : Adji
PLN UIT JBM menyalurkan pupuk kompos organik bagi warga di Kelurahan Segoromadu, Gresik ( Adji/Memanggil.co )

Surabaya, MEMANGGIL.CO  – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) memberikan warna baru dalam peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2026.

Alih-alih hanya berfokus pada prosedur teknis keamanan kerja, PLN justru turun ke masyarakat untuk mengampanyekan keberlanjutan lingkungan melalui penyaluran pupuk kompos organik.

Melalui Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik, PLN mendistribusikan sebanyak 244 kilogram pupuk kompos kepada warga Kelurahan Segoromadu, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. 

Menariknya, pupuk tersebut bukan sekadar bantuan logistik, melainkan produk inovasi orisinal dari Rumah Pupuk Kompos Terpadu milik Gardu Induk (GI) Tandes.

Rumah pupuk kompos terpadu merupakan inisiatif mandiri para pegawai GI Tandes dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai guna. 

Inovasi ini sebelumnya telah mendapat pengakuan luas dan diresmikan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, pada akhir Desember 2025 lalu.

General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengungkapkan upaya tersebut merupakan manifestasi dari penerapan budaya K3 yang holistik. 

Menurutnya, keselamatan kerja tidak boleh terfragmentasi dari kesehatan lingkungan dan kesejahteraan sosial.

“Pada momentum Bulan K3 Nasional 2026 ini, kami berkomitmen memberikan kontribusi nyata. Pupuk ini adalah hasil pengolahan limbah organik yang dikelola secara berkelanjutan. Kami ingin memperkuat sinergi antara operasional PLN dengan kelestarian ekosistem di sekitar aset penyaluran tenaga listrik,” kata Ika Sudarmaja, Senin, 26 Januari 2026.

Sebanyak 122 paket pupuk yang masing-masing seberat 2 kilogram tersebut diproyeksikan menjadi media tanam bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA). 

Program ini selaras dengan kebijakan Pemerintah Kecamatan Kebomas yang mewajibkan setiap Rukun Tetangga (RT) memiliki kebun tanaman obat mandiri.

Sementara itu, Lurah Segoromadu, Eko Wahyudi, menyambut positif upaya proaktif PLN. 

Ia menilai bantuan ini menjadi stimulus penting bagi warga untuk mengoptimalkan lahan pekarangan sebagai sumber kesehatan keluarga.

“ Program toga adalah unggulan kami, dan dukungan dari PLN UIT JBM ini sangat krusial. Kami optimistis setiap RT di Segoromadu kini bisa mengembangkan kebun obat yang lebih produktif dan bermanfaat bagi warga,” ungkap Eko.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru