Kucing Kesayangan Nabi dan Kekerasan di Lapangan Kridosono Blora

Reporter : Redaksi
Viral seorang pria biadap menendang kucing di lapangan Kridosono Blora hingga tewas. (Memanggil.co/Ist)

Blora, MEMANGGIL.CO - Lapangan Kridosono, Kabupaten Blora, selama ini menjadi ruang publik warga, berubah menjadi panggung luka yang dipertontonkan. Seekor kucing, yang berjalan bersama pemiliknya, ditendang oleh seorang pria hingga akhirnya mati. Aksi itu terekam video amatir dan menyebar luas di media sosial, memicu amarah, duka, dan perdebatan publik.

Bagi sebagian orang, ini mungkin sekadar kasus kekerasan terhadap hewan. Namun bagi masyarakat yang hidup di negeri dengan mayoritas Muslim, peristiwa ini mengguncang nilai yang jauh lebih dalam yaitu kasih sayang kepada makhluk hidup, sebagaimana diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Mengapa Pelaku Pembunuhan Kucing di Kridosono Blora Belum Ditahan?

Dalam Islam, kucing bukan hewan sembarangan. Rasulullah SAW dikenal memiliki sikap lembut terhadap kucing. Bahkan dalam sejarah, disebutkan beliau memiliki kucing bernama Muezza, yang sering dibiarkan tidur di jubahnya hingga Nabi memilih memotong ujung kain daripada mengganggunya.

Terlepas dari kisah populer tersebut, yang paling kuat adalah hadis-hadis shahih yang secara tegas mengatur sikap terhadap kucing. Salah satu peringatan paling keras tentang menyakiti kucing datang dari hadis riwayat Imam Bukhari dan Muslim:

النَّبِيُّ ﷺ قَالَ:
"عُذِّبَتِ امْرَأَةٌ فِي هِرَّةٍ حَبَسَتْهَا حَتَّى مَاتَتْ، فَدَخَلَتْ فِيهَا النَّارَ، لَا هِيَ أَطْعَمَتْهَا وَلَا سَقَتْهَا إِذْ حَبَسَتْهَا، وَلَا هِيَ تَرَكَتْهَا تَأْكُلُ مِنْ خَشَاشِ الْأَرْضِ."

(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:

“Seorang perempuan disiksa karena seekor kucing yang ia kurung sampai mati. Karena perbuatannya itu, ia masuk neraka. Ia tidak memberinya makan dan minum, serta tidak melepaskannya agar bisa mencari makan sendiri.”

Hadis ini menunjukkan bahwa menelantarkan kucing saja sudah diganjar siksa, apalagi melakukan kekerasan fisik yang menyebabkan kematian, seperti yang terjadi di Kridosono.

Islam juga menempatkan kasih sayang kepada hewan sebagai bagian dari pahala. Rasulullah SAW bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"فِي كُلِّ كَبِدٍ رَطْبَةٍ أَجْرٌ."

(HR. Bukhari dan Muslim)
Artinya:

“Pada setiap makhluk hidup yang bernyawa terdapat pahala.”

Makna hadis ini sederhana namun mendalam. Setiap bentuk kebaikan kepada makhluk hidup, termasuk kucing adalah ibadah. Sebaliknya, kekerasan adalah pengkhianatan terhadap nilai tersebut.

Lebih jauh, Rasulullah SAW bahkan menegaskan bahwa kucing adalah hewan yang dekat dan bersih dalam kehidupan manusia. Dalam hadis riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi, beliau bersabda:

Baca juga: Nyali Polisi Sedang Diuji, Berani Tidak Bekuk Oknum Advokat Pembunuh Kucing di Kridosono Blora?

قَالَ النَّبِيُّ ﷺ:
"إِنَّهَا لَيْسَتْ بِنَجَسٍ، إِنَّهَا مِنَ الطَّوَّافِينَ عَلَيْكُمْ."

(HR. Abu Dawud dan Tirmidzi – hasan shahih)
Artinya:

“Sesungguhnya kucing itu tidak najis. Ia termasuk hewan yang biasa berkeliling di sekitar kalian.”

Pesan ini memperlihatkan bahwa Islam mengajarkan hidup berdampingan dengan kucing, bukan mengusir, menyakiti, apalagi membunuhnya.

Apa yang terjadi di Kridosono menjadi ironi. Di ruang publik, seekor kucing ditendang tanpa alasan yang jelas. Video itu bukan hanya memperlihatkan kematian seekor hewan, tetapi juga memotret retaknya empati.

Kemarahan publik yang meledak di media sosial menunjukkan bahwa kasus ini telah melampaui batas kriminal biasa. Ia menyentuh wilayah moral, agama, dan kemanusiaan. Masyarakat tidak hanya menuntut pelaku dihukum, tetapi juga berharap nilai kasih sayang kembali ditegakkan.

Rasulullah SAW pernah bersabda:

Baca juga: Keseharian Pria Biadab Pembunuh Kucing di Kridosono Blora, Warga: Masih Gentayangan dan Arogan

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ:
"الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمٰنُ، ارْحَمُوا مَنْ فِي الْأَرْضِ يَرْحَمْكُمْ مَنْ فِي السَّمَاءِ."

(HR. Tirmidzi – shahih)

Artinya:

“Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Penyayang. Sayangilah siapa pun yang ada di bumi, niscaya kalian akan disayangi oleh siapa yang ada di langit.”

Di Kridosono, seekor kucing telah mati. Namun peristiwa itu meninggalkan pesan yang hidup bahwa ukuran iman dan kemanusiaan tidak diukur dari kekuatan, melainkan dari bagaimana manusia memperlakukan yang lemah.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru