Netizen Ramai Pertanyakan Ketidakhadiran Salah Satu Pihak Pemicu Gaduh di Kampung Baru Blora dalam Video Klarifikasi

Reporter : Redaksi
Video klarifikasi soal kasus di kawasan lokalisasi Kampung Baru, Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. (Memanggil.co/Ist)

Blora, MEMANGGIL.CO - Jagat media sosial diramaikan pertanyaan netizen terkait ketidakhadiran salah satu pihak yang menjadi pemicu kegaduhan di Kampung Baru, Desa Geneng, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, dalam video klarifikasi yang disebarluaskan ke publik.

Video klarifikasi yang dilakukan di Mapolsek Jepon pada Kamis (5/2/2026) itu, sebelumnya memuat pernyataan dari ormas serta LSM yang sepakat menjaga kondusivitas pasca insiden kegaduhan di kawasan yang dikenal khalayak luas sebagai salah satu lokalisasi kampung lendir tersebut.

Baca juga: Terasa hingga Blora, Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan Dini Hari

Namun, warganet menyoroti absennya satu sosok yang kerap disebut-sebut dalam perbincangan publik sebagai pihak yang memicu kegaduhan.

Dalam berbagai komentar maupun pesan yang dikirim netizen di media sosial, mereka mempertanyakan alasan salah satu pihak yang terlihat dalam video viral sebelumnya, kenapa tidak ikut menyampaikan klarifikasi bersama, meski isu tersebut sempat memicu keresahan masyarakat. 

Sejumlah unggahan bahkan menyebut bahwa pihak tersebut sempat membawa-bawa nama ormas, LSM, media, hingga mengaitkan identitas kelompok tertentu saat insiden terjadi.

Menanggapi hal itu, kepolisian memastikan bahwa yang bersangkutan sebenarnya hadir dalam forum rembukan klarifikasi yang difasilitasi aparat. Namun, ia memilih tidak ikut serta dalam klarifikasi terbuka yang direkam dalam bentuk video.

Kapolsek Jepon, IPTU H.M. Junaidi, membenarkan hal tersebut. Ia menegaskan bahwa proses dialog telah melibatkan seluruh pihak terkait.

“Pada saat rembukan sebenarnya lengkap, semua hadir. Termasuk yang bersangkutan. Tapi saat pembuatan video klarifikasi, dia tidak mau ikut,” ujar IPTU Junaidi kepada Memanggil.co, Jumat (6/2/2026).

Baca juga: Perjalanan Panjang BUMDes Plosorejo Blora: Dari Vakum hingga Penggerak Ekonomi Desa

Pernyataan serupa juga disampaikan Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Zaenul Arifin. Ia menyebut bahwa keputusan untuk tidak tampil dalam klarifikasi bersama merupakan pilihan pribadi.

“Orangnya hadir, tapi mboten purun (tidak mau) ikut klarifikasi konduktivitas,” kata AKP Arifin.

Meski demikian, kepolisian menegaskan bahwa absennya salah satu pihak dalam video klarifikasi tidak menggugurkan hasil kesepakatan yang telah dicapai. 

Forum rembukan tetap menghasilkan komitmen bersama dari tokoh masyarakat, ormas, dan LSM untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya di wilayah Kampung Baru dan sekitarnya.

Baca juga: Musrenbang RKPD 2027 Kecamatan Jepon Serap Aspirasi 25 Desa, Infrastruktur dan Pasar Jadi Prioritas

Kepolisian juga mengingatkan agar masyarakat tidak memperkeruh situasi dengan narasi yang belum tentu benar, termasuk membawa-bawa nama organisasi, lembaga, maupun kelompok tertentu yang dapat memicu konflik baru.

“Kami mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak mengaitkan persoalan ini dengan identitas atau kelompok tertentu. Fokus kita adalah menjaga kondusivitas wilayah,” tegas AKP Arifin.

Hingga saat ini, situasi di Kampung Baru terpantau aman dan terkendali. 

Kepolisian memastikan tetap melakukan pemantauan serta membuka ruang klarifikasi lanjutan apabila diperlukan, sembari mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog demi menjaga stabilitas sosial di Kabupaten Blora

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru