Surabaya, MEMANGGIL.CO – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin puting beliung yang menerjang Kota Surabaya pada Selasa malam (10/2) mengakibatkan gangguan serius pada sistem kelistrikan.
Dua lembar seng spandek sepanjang 40 meter terbang terbawa angin dan tersangkut di jaringan transmisi, menyebabkan pemadaman listrik masif di wilayah Pulau Madura.
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.10 WIB saat badai melanda. Material seng yang terbang tersebut menyangkut pada jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV jalur Ujung–Tandes dan Ujung–Perak, tepatnya di antara tower T.09 hingga T.10.
Akibatnya, terjadi hubungan arus pendek (short circuit) yang memicu gangguan penyaluran tenaga listrik. Beban listrik sebesar 110 MW terdampak, yang mengakibatkan sebagian wilayah di Pulau Madura mengalami pemadaman mendadak.
Merespons situasi darurat tersebut, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) segera melakukan langkah cepat.
Langkah cepat tersebut dilakukan Petugas Gardu Induk dengan melakukan manuver penormalan pada jalur Ujung–Perak.
Hasilnya, pada pukul 19.56 WIB, seluruh beban listrik yang padam berhasil dinyalakan kembali.
Sebanyak 40 personel Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Surabaya diterjunkan ke lokasi. Di bawah guyuran hujan deras, petugas harus merambat pada jaringan transmisi yang tinggi untuk menurunkan material seng yang menyangkut di konduktor.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Intensitas hujan yang tinggi sempat menghambat mobilisasi alat berat. Meski demikian, tim PLN tetap mengedepankan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang ketat.
Dalam penanganan ini, PLN juga bersinergi dengan Polres Tanjung Perak: Untuk pengamanan akses dan pengaturan lalu lintas.
Selain itu Pelindo yang merupakan pengelola kawasan juga dilibatkan untuk mengatur kelancaran mobilitas tim di lapangan.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi para personel yang tetap bekerja profesional di tengah risiko tinggi.
"Ini adalah wujud komitmen dan aksi heroik insan PLN. Di tengah hujan deras dan angin kencang, rekan-rekan tetap berani memastikan sistem transmisi pulih demi masyarakat," kata Ika dalam keterangan resminya, Rabu, 11 Februari 2026.
Saat ini, sistem transmisi di jalur Ujung-Tandes dan Ujung-Perak telah kembali normal. PLN mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu infrastruktur publik.
Editor : B. Wibowo