Blora, MEMANGGIL.CO - Tanggal 12 Februari 2026 bertepatan dengan weton Kamis Kliwon. Dalam perhitungan primbon Jawa, Kamis Kliwon memiliki neptu 16 dan termasuk salah satu weton yang cukup kuat dari segi rezeki dan perjalanan hidup.

Berdasarkan primbon Betaljemur Adammakna, pemilik weton Kamis Kliwon diramalkan memiliki rezeki yang mapan dan berkecukupan. Mereka jarang mengalami kesulitan finansial yang berat karena dikenal sebagai pribadi yang tekun dan pekerja keras. Sifat inilah yang membuat mereka mampu mengelola keuangan dengan baik serta menghindari utang yang tidak perlu.

Dalam perjalanan hidupnya, keberuntungan Kamis Kliwon disebut-sebut akan mencapai puncak pada usia 43 hingga 56 tahun. Pada fase tersebut, kondisi finansial cenderung stabil bahkan meningkat. Rezeki dipercaya terus mengalir selama mereka tetap menjaga sikap dan konsistensi dalam bekerja.

Tak hanya soal rezeki, karakter Kamis Kliwon juga menjadi penunjang kesuksesan. Mereka dikenal jujur, terbuka, dan tahan banting dalam menghadapi berbagai situasi. Kemampuan beradaptasi yang tinggi membuat mereka relatif mudah berkembang dalam dunia kerja maupun usaha.

Beberapa bidang pekerjaan yang dinilai cocok untuk weton ini antara lain pengajar, penceramah, hingga posisi kepemimpinan. Karisma alami yang dimiliki membuat mereka dihormati dan dipercaya banyak orang.

Sate Pak Rizki

Meski demikian, primbon juga mengingatkan agar pemilik weton Kamis Kliwon mampu mengendalikan sifat pemarah dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Jika emosi tidak terkontrol, hal tersebut bisa menghambat peluang baik yang sebenarnya sudah ada di depan mata.

Secara umum, Kamis Kliwon diprediksi menjalani kehidupan yang cukup stabil dan berkecukupan. Dengan kerja keras, sikap jujur, dan kemampuan bertahan dalam tekanan, weton ini diyakini mampu meraih kesuksesan secara bertahap dan menikmati hasilnya di masa matang kehidupan.

Perlu diingat, ramalan weton merupakan bagian dari tradisi dan kearifan budaya Jawa yang diwariskan secara turun-temurun. Hasil akhirnya tetap kembali pada usaha, doa, dan pilihan hidup masing-masing individu.