Surabaya, MEMANGGIL.CO - Sebanyak 141 peserta dari 26 negara dikawasan ASEAN hingga Eropa ambil bagian dalam kegiatan ASEAN Plus Cadet Sail 2026.
Peserta terdiri dari 55 kadet dari negara ASEAN dan sahabat, 80 Taruna Tingkat II Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-73, serta 6 pemuda-pemudi perwakilan Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Sumatera Utara.
ASEAN Plus Cadet Sail merupakan sebuah pelayaran internasional yang menjadi momentum strategis dalam memperkuat diplomasi maritim Indonesia.
Ratusan kadet angkatan laut dari berbagai negara telah tiba di Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang tidak hanya berfokus pada pelatihan kemaritiman, tetapi juga membangun jejaring global dan persahabatan antar calon pemimpin angkatan laut masa depan.
Kegiatan pada Selasa (24/3/2026) malam ini diikuti seluruh negara ASEAN, serta sejumlah negara besar dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Prancis, Italia hingga Belanda.
Kehadiran para kadet dari berbagai belahan dunia tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan internasional terhadap peran Indonesia dalam menjaga stabilitas maritim kawasan.
Selama 23 hari pelayaran, para kadet akan berlayar menggunakan kapal latih kebanggaan Indonesia, KRI Bima Suci dengan rute dari Surabaya menuju Jakarta, Belawan dan berakhir di Kolombo, Sri Lanka.
Selain menjalani latihan pelayaran, para peserta juga akan berinteraksi langsung dengan budaya dan tradisi Indonesia.
Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan menegaskan, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi maritim Indonesia yang berkelanjutan.
"Event ASEAN Plus Cadet Sail 2026 ini merupakan program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Laut. Ini adalah momentum strategis sebagai bentuk diplomasi Angkatan Laut," terang Yayan Sofiyan.
Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang berada diantara Samudra Pasifik dan Samudra Hindia menjadikan Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama internasional.
"Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat penting, yaitu menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Posisi ini membuat misi diplomatik Angkatan Laut menjadi sangat penting untuk memperkuat daya tawar Indonesia di tingkat regional maupun global," jelasnya.
Yayan juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun hubungan internasional.
Para kadet yang saat ini mengikuti pelayaran diproyeksikan akan menjadi pemimpin militer di negara masing-masing di masa depan.
"Tidak menutup kemungkinan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan, mereka akan menjadi pemimpin angkatan laut atau bahkan panglima di negaranya. Ketika mereka memiliki kenangan kebersamaan selama pelayaran, maka kerja sama antar negara akan semakin kuat," ungkapnya.
Selain pelatihan maritim, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia.
Para kadet akan diperkenalkan dengan tradisi kemaritiman Indonesia termasuk berbagai kegiatan budaya selama pelayaran berlangsung.
Melalui ASEAN Plus Cadet Sail 2026, Indonesia tidak hanya menunjukkan kemampuan sebagai negara maritim besar tetapi juga menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan diplomasi dan kerja sama internasional dikawasan Asia Pasifik dan dunia.
Editor : Redaksi