Blora, MEMANGGIL.CO - Kesenian tradisional Wayang Krucil asal Desa Janjang untuk pertama kalinya tampil di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora. Momen ini menjadi langkah penting dalam upaya mengangkat kembali warisan budaya lokal ke panggung yang lebih luas.
Bupati Blora, H. Arief Rohman yang akrab disapa Gus Arief, menilai pementasan tersebut bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan bagian dari strategi pelestarian budaya daerah yang mulai tergerus zaman.
Baca juga: RSUD Cepu Blora Cetak Kinerja Positif, Pendapatan Naik 21 Persen
“Anak-anak sekolah nanti kita ajak ke Janjang, supaya tahu kekayaan budaya dan sejarah daerahnya,” ujarnya saat menghadiri pementasan, Sabtu (11/4/2026).
Wayang Krucil yang ditampilkan merupakan kesenian khas Desa Janjang, Kecamatan Jiken. Dalam pementasan tersebut, dalang lokal Mbah Lamto membawakan lakon Raden Kusumo Jumeneng Noto, yang sarat nilai sejarah dan filosofi Jawa.
Kehadiran kesenian ini di Pendopo Bupati menjadi simbol bahwa tradisi lokal tidak hanya hidup di desa, tetapi juga mulai mendapat ruang di pusat pemerintahan.
Gus Arief menegaskan bahwa Desa Janjang memiliki potensi besar, tidak hanya dari sisi seni, tetapi juga nilai sejarah yang melekat di dalamnya.
Kawasan tersebut dikenal sebagai lokasi makam tokoh-tokoh penting Blora, seperti Pangeran Jati Kusumo dan Pangeran Jati Swara.
Menurutnya, potensi ini perlu dikemas sebagai destinasi edukasi budaya, terutama bagi generasi muda.
Baca juga: RSUD Cepu Edukasi Hepatitis B Kronis, Penyakit Diam-Diam yang Berbahaya
“Ini bisa jadi sarana belajar sejarah sekaligus nguri-uri budaya Jawa,” katanya.
Ia juga meminta dinas terkait untuk mulai merancang program kunjungan pelajar ke Desa Janjang, agar pengenalan budaya tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi langsung menyentuh sumbernya.
Selain aspek budaya, Bupati juga menyoroti kemajuan infrastruktur menuju Desa Janjang yang kini semakin memadai. Akses jalan yang sebelumnya sulit kini telah diperbaiki, sehingga perjalanan ke lokasi bisa ditempuh lebih cepat.
Hal ini dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung pengembangan desa sebagai pusat wisata budaya.
Baca juga: Kiblat Papat Limo Pancer, Filosofi Mendalam di Balik Empat Sudut Ketupat Lebaran
Pementasan Wayang Krucil di Pendopo ini juga disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga eksistensi seni tradisional. Bahkan, kegiatan tersebut sekaligus menjadi realisasi nazar yang pernah disampaikan sebelumnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah, perwakilan organisasi kebudayaan, serta pelajar dari berbagai sekolah yang ikut menyaksikan langsung pertunjukan.
Dengan langkah ini, Pemerintah Kabupaten Blora berharap kesenian Wayang Krucil tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan dikenal lebih luas, khususnya di kalangan generasi muda yang menjadi kunci keberlanjutan budaya di masa depan.
Editor : Redaksi