PCNU Surabaya Soroti Kriminalitas dan Narkoba Elektrik, Desak Sinergi Pemkot ​

Reporter : Adji
PCNU saat menggelar pertemuan lintas sektor dihadiri jajaran Pemkot Surabaya dan tokoh lintas agama (Adji/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO  – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surabaya melontarkan kritik keras terkait kondisi keamanan dan ancaman narkoba yang mengintai generasi muda di Kota Pahlawan. 

Hal tersebut  disampaikan dalam pertemuan lintas sektor yang dihadiri jajaran Pemkot Surabaya dan tokoh lintas agama di Kantor HBNO, Jalan Bubutan, Minggu, 12 April 2026.

Ketua PCNU Surabaya, H. Masduki Toha, menyoroti tajam tingginya angka kriminalitas, khususnya pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang dinilai sudah pada tahap mengkhawatirkan.

"Masalah pencurian motor, tak seribu, tapi tiga ribu. Dan ini terjadi di Surabaya," tegas Masduki di hadapan Wali Kota dan jajaran DPRD Surabaya.

Selain masalah keamanan fisik, PCNU juga memperingatkan ancaman pengaruh narkoba yang kini merambah ke gaya hidup modern melalui rokok elektrik (vape). 

Menurut Masduki, jika peredaran narkoba dalam rokok elektrik tidak segera dibendung, masa depan pemuda Surabaya terancam menjadi "generasi linglung".

​Sebagai organisasi dengan struktur hingga tingkat ranting (kelurahan), PCNU mengklaim paling memahami denyut permasalahan umat di lapangan. 

Namun, Masduki mengungkapkan perlunya hubungan simbiosis mutualis antara organisasi keagamaan dan pemerintah selaku pemegang kebijakan anggaran.

"Kami titipkan NU pada njenengan (pemerintah dan DPRD), karena yang punya uang njenengan. PCNU mendorong agar sinergi ini berjalan saling menguntungkan untuk menyelesaikan masalah umat," ungkapnya.

​Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan komitmennya untuk membangun kota secara kolektif. Ia mengungkapkan keinginannya agar Surabaya digerakkan dengan landasan akidah Islam Ahlusunnah Wal Jamaah.

Sebagai upayanya, Pemkot Surabaya menyiapkan program pembinaan pemuda di tingkat RW dengan alokasi anggaran Rp.5 juta per bulan. Eri secara khusus meminta kader NU, termasuk Gerakan Pemuda Ansor, untuk terjun langsung melakukan pendampingan.

"Saya merasa belum berhasil jika ditanya siapa Wali Kota dan dijawab Eri Cahyadi. Artinya pembangunan belum dilakukan secara kolektif. Saya ingin warga menjawab Wali Kota-nya adalah PCNU (sebagai representasi kerja bersama)," pungkas Eri Cahyadi.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru