Gowes 123 Kilometer GP Ansor: Menyusuri Jejak Ulama, Merajut Energi Pemuda Indonesia

Reporter : Teguh Arianto
Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Dr. H. Addin Jauharudin, saat naik sepeda. (Dok. Ist)

Jombang, MEMANGGIL.CO - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-92, Gerakan Pemuda Ansor menggelar kegiatan akbar berupa gowes sepeda jarak jauh dari Bangkalan menuju Jombang.

Perjalanan sejauh kurang lebih 123 kilometer ini melintasi enam kabupaten/kota dan diikuti ribuan peserta, mulai dari kader Ansor, komunitas sepeda, hingga organisasi kepemudaan lintas iman.

Mengusung tajuk Ziarah Akbar & SEPEDA (Satukan Energi Pemuda Indonesia), kegiatan ini tidak sekadar olahraga, tetapi juga menjadi sarana menelusuri jejak sejarah perjuangan para ulama.

Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengingat kembali peran penting ulama Nahdlatul Ulama dalam memberikan teladan, khususnya bagi generasi muda agar berani mengambil peran dalam mengabdi kepada umat.

“Kita ingin mengenang perjalanan yang tidak mudah, penuh tawadhu seperti yang dilakukan oleh Kiai As’ad, yang membawa isyarah pendirian NU dari Kholil Bangkalan kepada Hasyim Asy'ari,” ujar Addin, Rabu (29/04/2026).

Menurutnya, nilai perjuangan tersebut tidak hanya relevan bagi kader NU, tetapi juga bagi seluruh anak bangsa. Ia menekankan bahwa keyakinan yang kuat dan sikap takzim kepada ulama menjadi kunci dalam meraih cita-cita besar.

“Mungkin kala itu Kiai As’ad masih seumuran kita sebagai anak muda. Dari situlah kita belajar bahwa dengan keyakinan dan ketakdziman, kita bisa mewujudkan mimpi dan berperan besar bagi negeri,” imbuhnya.

Addin juga berharap kegiatan ini menjadi wadah atau hub bagi anak muda untuk tidak hanya memahami sejarah, tetapi juga mengembangkan diri melalui kreativitas dan inovasi.

“Jika energi anak muda disatukan, dampaknya akan sangat besar bagi Indonesia,” tegasnya.

Dorong Ekonomi Lokal dan Toleransi

Selain sarat nilai sejarah dan kebangsaan, kegiatan ini juga memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Di setiap titik istirahat, panitia menyuguhkan kuliner khas daerah sekaligus memamerkan produk-produk UMKM setempat, sehingga ikut mendorong perputaran ekonomi lokal.

Menariknya, kegiatan ini juga mencerminkan tingginya nilai toleransi antarumat beragama. Dalam perjalanan, rombongan peserta bahkan mendapat izin untuk beristirahat di halaman gereja, menjadi simbol kuat harmoni di tengah keberagaman.

Di titik awal, para peserta terlebih dahulu melakukan ziarah dan silaturahmi dengan dzuriah Kholil Bangkalan.

Sementara di garis akhir di Jombang, kegiatan dilanjutkan dengan ziarah ke kompleks makam Pahlawan Nasional, Abdul Wahab Hasbullah.

Menutup amanatnya, Addin mengajak seluruh kader untuk terus menjaga hubungan dengan para ulama.

Ia juga mendorong momentum Harlah ini diisi dengan ziarah serentak ke makam para penyebar Islam, muassis NU, hingga mempererat silaturahmi dengan para kiai dan pimpinan pondok pesantren di daerah masing-masing.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru