Dukung Fokus Ujian, Unesa Bagikan 35.000 Porsi Sarapan Gratis untuk Mahasiswa

Reporter : Adji
Ribuan Mahasiswa Unesa menikmati sarapan. ( humas Unesa/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali peduli terhadap kesejahteraan mahasiswanya. 

Kali ini, memasuki periode Ujian Akhir Semester (UAS) Juni 2026, Unesa meluncurkan program pembagian sarapan gratis yang berlangsung mulai Selasa (2/6) hingga 12 Juni 2026 mendatang.

Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 35.000 porsi sarapan siap didistribusikan ke 13 fakultas yang tersebar di empat lokasi kampus, yakni Kampus 1 Ketintang, Kampus 2 Lidah Wetan, Kampus 3 Moestopo, dan Kampus 5 Magetan. 

Program ini menjadi langkah konkret pihak birokrasi kampus dalam menjaga pemenuhan gizi mahasiswa di tengah padatnya jadwal ujian.

Untuk memastikan kelancaran distribusi, persiapan telah dimulai sejak subuh. Di Kampus Ketintang, petugas dari Boganesa Catering sudah bersiap sejak pukul 05.00 WIB untuk menyalurkan paket makanan ke berbagai fakultas, salah satunya Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).

Staf Humas Fisipol Unesa, Widya, menjelaskan, pihak fakultas menerapkan strategi distribusi tersebar di setiap gedung perkuliahan untuk menghindari penumpukan mahasiswa.

"Kami menempatkan petugas di masing-masing gedung. Mahasiswa cukup datang lebih awal, mengisi presensi sesuai program studi (prodi), dan langsung mengambil sarapan. Jadi, tidak ada antrean khusus yang panjang," kata Widya dalam keterangan resminya, Selasa , 2 Juni 2026.

Program ini mendapat apresiasi tinggi dari jajaran pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Syafi’ul Anam, mengungkapkan, pembagian sarapan di area Joglo FBS merupakan wujud kehadiran lembaga secara langsung dalam mendukung fisik dan mental mahasiswa.

Senada dengan Dekan, Wakil Dekan FBS, Anas, memaparkan tiga tujuan utama dari program ini, yaitu membakar semangat mahasiswa, menunjukkan kepedulian kampus, dan membangun kebersamaan.

"Logika tanpa logistik itu tidak bisa berjalan. Kalau lapar, mahasiswa tidak akan bisa berpikir fokus. Dengan sarapan yang terpenuhi, mereka bisa lebih rileks dan tenang saat mengerjakan soal-soal ujian," ungkap Anas.

Bagi para mahasiswa, program sarapan gratis ini dinilai sangat relevan dengan dinamika kehidupan siber kampus saat pekan ujian. Banyak mahasiswa mengaku kerap melewatkan makan pagi karena harus mengejar waktu atau terjaga hingga larut malam untuk belajar.

"Mahasiswa itu jarang sarapan, apalagi pas UAS. Biasanya kami belajar sampai tengah malam, lalu paginya terburu-buru langsung berangkat ujian. Program ini jelas sangat membantu," beber Jefta Grasia Putra, mahasiswa prodi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn).

Manfaat serupa juga dirasakan oleh Aulia Ainun, mahasiswi Sastra Inggris angkatan 2025 asal Kalimantan. Tinggal di asrama membuatnya sering melewatkan sarapan demi bisa tiba di ruang ujian tepat waktu.

"Kalau perut lapar, kita jadi tidak fokus membaca soal dan malah memikirkan makanan. Dengan adanya program ini, saya merasa sangat diperhatikan oleh kampus," cetus Aulia.

Pihak Unesa berharap program ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan. Evaluasi berkala akan tetap dilakukan, baik dari segi ketepatan jumlah porsi maupun variasi menu, agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh seluruh civitas akademika di masa mendatang.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru