Kreatif, Mahasiswa Universitas Ciputra Ubah Limbah Jadi Karya Busana yang Fashionable

Reporter : Saputra
Karya Busana yang fashionable dari kreativitas mahasiswa UC Surabaya. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Mahasiswa Program Studi Fashion Product Design and Business Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra (UC) Surabaya menunjukkan bagaimana fashion dapat menjadi medium untuk menjawab isu keberlanjutan, pelestarian budaya, hingga perubahan sosial melalui pameran Fashionology 2026. 

Tahun ini mengusung tema The Liminal yang merepresentasikan ruang transisi antara dunia akademik dan profesional, tradisi dan inovasi, serta tantangan dan peluang masa depan. 

Ketua Program Studi Fashion Product Design and Business UC Surabaya, Yoanita Kartika Sari Tahalele, menjelaskan pameran ini adalah bentuk penyelesaian masalah lewat desain.

"Ini adalah wujud kreativitas, inovasi, dan bagaimana mereka mencoba menyelesaikan masalah di masyarakat dalam bentuk produk fashion," ujar Yoanita usai pameran yang berlangsung di Ciputra World Surabaya, Sabtu (06/06/2026).

Sebanyak 56 mahasiswa tingkat akhir menampilkan koleksi yang mencakup berbagai kategori, mulai dari evening wear, streetwear, modest wear hingga childrenswear.

Menariknya, karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menonjolkan sisi artistik, tetapi juga lahir dari riset mendalam mengenai isu-isu yang tengah dihadapi industri fashion global. 

Berbagai koleksi mengangkat tema keberlanjutan melalui pemanfaatan limbah tekstil menjadi produk bernilai tinggi, eksplorasi budaya lokal dalam desain kontemporer, hingga kolaborasi dengan pelaku UMKM. 

Selain itu, 10 mahasiswa semester enam turut mempresentasikan hasil real client project bersama UMKM Batik Reog Ponorogo sebagai bentuk sinergi antara pendidikan tinggi dan pemberdayaan ekonomi kreatif daerah.

Dengan karya-karya ini mahasiswa membedah berbagai permasalahan sosial lalu meramunya menjadi ide pakaian. Berbagai limbah seperti sisa potongan kain, plastik, botol kaca, hingga denim tak terpakai berhasil diolah ulang.

"Kali ini kita mengangkat tiga tema besar, yaitu pengolahan limbah, isu kesehatan mental generasi Z, dan budaya atau wastra," katanya. 

Salah seorang desainer muda, Florencia Giovanna Hadisaputro, merancang busana dari sisa kain produksi.

"Saya memakai teknik pengerasan resin untuk membentuk detail tiga dimensi pada pakaian monokromnya," ucap Florencia.

Sementara itu, Aurelia Theodora Tanoto mendaur ulang sisa kain denim dari pabrik. Ia memadukan teknik jahit tanpa sambungan dan pewarnaan ulang untuk menciptakan pakaian elegan bernilai tinggi.

Karya lain datang dari Jocelin Clementine yang merepresentasikan gangguan skizofrenia paranoid. 

"Desain baju ini memiliki potongan asimetris dan motif mata sebagai simbol rasa gelisah serta kewaspadaan berlebih," tuturnya. 

Tema budaya kental terasa lewat karya Elaine Budiono. Ia mengadaptasi ornamen arsitektur Klenteng Cu An Kiong Lasem menjadi desain bordir manual pada koleksi busananya.

Langkah serupa dilakukan Muhammad Atho’illah yang memadukan tren hip hop jalanan dengan sisa kain batik Mojokerto. Strategi ini sekaligus menghidupkan ekonomi perajin Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Pameran ini bukan semata peragaan busana biasa. UC Surabaya sengaja mengundang mitra industri dan desainer profesional untuk memantau langsung potensi para mahasiswa.

"Mitra industri menjadikan pameran ini sebagai ajang wawancara. Beberapa mahasiswa bahkan sudah mendapat pekerjaan setelah perusahaan melihat karya mereka," jelas Yoanita.

Selain memamerkan karya, para mahasiswa harus melayani pengunjung selama pelaksanaan pameran. Mereka wajib memiliki merek dagang sendiri dan siap terjun berbisnis secara mandiri.

"Mereka langsung terjun di dunia bisnis. Mereka harus secara holistik mempunyai merek yang siap dijual setelah lulus," tegasnya. 

Ajang pameran ini juga melibatkan lima kampus luar negeri. Mahasiswa dari Tiongkok, Taiwan, Inggris, Australia, dan Malaysia turut memamerkan puluhan koleksi pakaian terbaik mereka dalam pameran yang akan berlangsung 5 hingga 7 Juni 2026 di Surabaya. 

 

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru