Surabaya, MEMANGGIL.CO – Kekayaan biodiversitas hutan hujan tropis Indonesia Timur menjadi titik awal riset, Dr. Ratih Dewi Saputri, dosen Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). 

"Riset yang dilakukan bersama tim sejak 2018 ini bertujuan mengungkap potensi senyawa bioaktif tanaman tropis Indonesia sebagai kandidat obat masa depan," jelas Dr. Ratih, Selasa (21/07/2026).

Eksplorasi dilakukan di Sumatra, Bangka Belitung, Jawa, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. 

Dengan pendekatan fitokimia modern, tim berhasil menemukan senyawa baru golongan flavonoid dan santon dari genus Garcinia dan Flemingia yang berpotensi sebagai antioksidan dan antikanker.

Penelitian kemudian berkembang ke kajian Structure Activity Relationship (SAR) untuk memahami bagaimana struktur molekul memengaruhi aktivitas biologis dalam menangkal radikal bebas dan menghambat sel kanker.

Fokus riset diarahkan pada kanker serviks (HeLa) dan kanker payudara (4T1). Spesies Garcinia seperti G. celebica, G. rigida, G. parvifolia, G. nigrolineata, G. hombroniana, dan G. xanthochymus menghasilkan senyawa santon dengan aktivitas sitotoksik menjanjikan.

Tim juga menerapkan molecular docking in silico untuk mengevaluasi interaksi senyawa dengan target molekuler kanker. 

Selama 8 tahun, riset ini menghasilkan HAKI, buku ber-ISBN, publikasi di jurnal internasional Q2-Q3, dan memperkuat jejaring riset. 

"Saat ini riset dilanjutkan ke tahap Network Pharmacology dengan visi menjadikan flora tropis Indonesia sebagai sumber inovasi kesehatan," ujar Dr. Ratih.

Riset tersebut juga menjadi bagian dari pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi, mendukung program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM), serta berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.