Surabaya, MEMANGGIL.CO - Aksi unjuk rasa bertajuk "Warga Surabaya Turun ke Jalan Indonesia Sekarat" di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam, berakhir ricuh. Sejumlah massa diduga melakukan tindakan anarkis dengan merusak fasilitas umum dan melemparkan petasan ke arah aparat kepolisian.
Aksi yang sejak awal berlangsung damai mulai memanas sekitar pukul 18.30 WIB. Massa yang sebelumnya melakukan long march dan menyampaikan aspirasi secara tertib, mendadak diwarnai aksi provokatif oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).
Kelompok tersebut merusak pagar besi di sisi timur kompleks Gedung Grahadi serta melontarkan petasan ke arah personel kepolisian yang berjaga di lokasi.
Situasi semakin tegang ketika tiga sepeda motor nekat melawan arus dari arah timur menuju depan gerbang Grahadi. Pengendara kemudian memutar kendaraan sambil menggeber knalpot di tengah kerumunan massa, memicu kegaduhan di lokasi aksi.
Menghadapi situasi tersebut, aparat kepolisian memilih menahan diri. Personel yang berjaga ditarik mundur secara terukur dan berlindung di balik kendaraan taktis guna menghindari bentrokan langsung dengan massa.
Hingga pukul 18.48 WIB, aksi pelemparan petasan mulai mereda. Massa masih bertahan di depan Gedung Grahadi, sementara aparat terus melakukan pengamanan dan mengimbau peserta aksi agar tetap tertib.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan kemudian turun langsung mengambil alih pengendalian situasi. Dari atas kendaraan pengeras suara, ia memberikan peringatan keras kepada massa agar menghentikan tindakan anarkis.
"Kami akan melayani aksi unjuk rasa, tolong hentikan atau kita akan melakukan tindakan tegas. Sekali lagi kami berikan kesempatan meninggalkan lokasi ini, atau kita melakukan langkah-langkah tegas terukur," tegas Kombes Pol Luthfie.
Kepolisian menegaskan tetap menjamin kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, aparat tidak akan mentoleransi tindakan yang mengarah pada perusakan fasilitas, provokasi, maupun gangguan terhadap keamanan dan ketertiban umum.
Hingga malam hari, aparat gabungan masih bersiaga di sekitar Gedung Grahadi untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan lanjutan serta memastikan situasi Kota Surabaya tetap kondusif.
Editor : Redaksi