Surabaya, MEMANGGIL.CO – Aksi demonstrasi bertajuk #IndonesiaSekarat di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, berakhir ricuh pada Jumat malam.
Massa dilaporkan merusak fasilitas cagar budaya tersebut, termasuk merobohkan pagar gedung yang saat ini sebenarnya tengah dalam proses renovasi.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, sangat menyesalkan insiden perusakan tersebut.
Ia menyebut tindakan massa telah merugikan seluruh masyarakat Jawa Timur karena Grahadi merupakan simbol pemerintahan provinsi.
"Kami sedang berproses menyelesaikan perbaikan Grahadi yang setahun lalu juga sempat terbakar, tetapi sekarang kejadian seperti ini terulang lagi. Kalau ada kerusakan di bangunan negara seperti ini, tentu menjadi kerugian bagi warga semua," kata Adhy, Jumat malam.
Aksi yang awalnya berjalan tertib dengan penyampaian aspirasi mulai memanas ketika memasuki malam hari. Berikut adalah eskalasi situasi di lapangan.
Pukul 18.00 WIB (Menjelang Malam): Massa yang didominasi peserta berpakaian hitam mulai membakar tumpukan sampah di tengah Jalan Gubernur Suryo.
Puncak kericuhan massa mulai melemparkan botol, batu, dan berbagai benda tumpul ke arah petugas keamanan.
Perusakan fasilitas sebagian kelompok massa mulai merusak dan menjebol pagar luar Gedung Negara Grahadi yang sedang diperbaiki akibat kebakaran tahun lalu.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif dan dinilai membahayakan keselamatan publik, Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya mengambil tindakan tegas dengan membubarkan paksa kerumunan massa.
Pihak Pemprov Jatim memastikan aparat keamanan telah bekerja keras mengendalikan situasi agar dampak kerusuhan tidak meluas.
Pasca insiden ini, Pemprov Jatim menegaskan akan melanjutkan upaya pemulihan dan perbaikan fisik bangunan bersejarah tersebut agar dapat kembali berfungsi optimal.
Editor : B. Wibowo