618.479 Murid Baru Ikuti MPLS 2026 di Jatim, Dindik Tegaskan Larangan Perpeloncoan

Reporter : Saputra
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur memastikan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 akan digelar serentak pada Senin (13/07/2026). 

Kegiatan ini diikuti 618.479 murid baru jenjang SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta se-Jawa Timur.

Pembukaan tingkat provinsi dipusatkan di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang. Agenda yang disiapkan antara lain Deklarasi Anti Rokok dan Rokok Elektrik di Lingkungan Sekolah serta Gema Integritas Sekolah. Sekolah lain di Jatim akan mengikuti pembukaan secara daring.

Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, mengatakan pelaksanaan MPLS mengacu pada Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026.

"Kebijakan Dindik Jatim dalam pelaksanaan MPLS berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan Kemendikdasmen guna menciptakan lingkungan belajar yang ramah, inklusif, serta bebas dari perpeloncoan dan kekerasan," ujar Aries di Surabaya, Jumat (10/07/2026). 

Berdasarkan aturan tersebut, MPLS dilaksanakan maksimal lima hari pada minggu pertama tahun ajaran baru. 

Materi yang wajib diberikan meliputi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, dan budaya 5S yakni Senyum, Salam, Sapa, Sopan dan Santun.

Aries menegaskan sekolah dilarang keras melakukan perpeloncoan, memungut biaya kepada peserta didik, dan mewajibkan atribut yang tidak memiliki nilai edukatif.

Ia menyebut seluruh rangkaian MPLS harus edukatif, menyenangkan, dan ramah lingkungan. Fokusnya pada pengenalan budaya sekolah, sistem pembelajaran, tata tertib, dan fasilitas.

"Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan sepenuhnya menjadi tanggung jawab guru. Kakak kelas atau OSIS hanya berperan sebagai pendamping," tegasnya.

Untuk mencegah perundungan, Dindik Jatim meminta sekolah memperkuat pengawasan guru, menyediakan kanal pengaduan aman bagi siswa, dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar. 

OSIS juga diminta mengganti praktik perpeloncoan dengan kegiatan edukatif dan materi anti-bullying.

Di sisi lain, Aries mengakui hasil Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih menyisakan sejumlah sekolah yang kekurangan murid. 

Kondisi itu terjadi di Madura, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, dan Lumajang.

Sebagai solusi, calon murid yang belum tertampung akan disalurkan ke sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung di wilayah rayon, ke sekolah swasta, atau sekolah di bawah kementerian lain. 

Dindik Jatim juga memperkuat kerja sama dengan sekolah swasta melalui bantuan pembebasan dan keringanan biaya pendidikan.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru