Blora, MEMANGGIL.CO - Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Blora kembali menggelar Kuliah Kerja Nyata (KKN) hingga tingkat internasional. Sebanyak 285 mahasiswa diterjunkan pada KKN ke-16, dengan 24 mahasiswa menjalankan KKN di Malaysia dan 261 mahasiswa mengabdi di empat kecamatan di Kabupaten Blora.
Pelepasan peserta berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Senin (6/7/2026). Bupati Blora, H. Arief Rohman bersama Rektor IAIKU Blora, KH Ahmad Zaki Fuad secara simbolis menyematkan jaket almamater kepada perwakilan mahasiswa.
Rektor yang akrab disapa Gus Zaki mengatakan KKN reguler akan berlangsung di Kecamatan Kedungtuban, Jati, Kradenan, dan Randublatung hingga akhir Agustus 2026.
"Sebanyak 261 mahasiswa mengikuti KKN reguler di Blora," ujarnya.
Sementara itu, 24 mahasiswa bersama enam dosen pembimbing akan melaksanakan KKN Internasional di Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia.
"Mereka akan melakukan pengabdian, kolaborasi riset, dan pertukaran budaya selama 25 hari," kata Gus Zaki.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi bagian dari upaya kampus memperluas pengalaman akademik mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring internasional.
Bupati yang akrab disapa Gus Arief mengapresiasi langkah IAIKU yang kembali menyelenggarakan KKN luar negeri.
"Kami bangga KKN internasional kembali terlaksana," katanya.
Menurut Gus Arief, mahasiswa yang berangkat ke Malaysia membawa tanggung jawab lebih besar karena menjadi representasi kampus, Kabupaten Blora, dan Indonesia.
"Jadilah duta budaya yang membanggakan," pesannya.
Bagi peserta KKN di Blora, Gus Arief meminta mereka ikut menyukseskan program pemerintah, terutama pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS) dan penguatan Program Sekolah Sisan Ngaji (SSN).
"Bantu desa memetakan ATS secara lengkap," ujarnya.
Ia berharap mahasiswa mampu berkolaborasi dengan pemerintah desa agar data yang dihasilkan menjadi dasar penyusunan kebijakan pendidikan di Kabupaten Blora.
Seluruh peserta KKN juga mendapatkan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan selama menjalankan pengabdian. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjalankan program kerja secara maksimal sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di tingkat desa maupun melalui kerja sama internasional.