Blora, MEMANGGIL.CO - Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah, KH. Abdul Ghaffar Rozin atau yang akrab disapa Gus Rozin mengungkap alasan di balik keputusannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 di Jombang.
Menurutnya, Nahdlatul Ulama membutuhkan langkah pembenahan untuk memulihkan marwah organisasi yang dinilai mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir.
Keputusan tersebut, kata Gus Rozin, lahir setelah mencermati berbagai dinamika yang berkembang di tubuh NU.
Ia menilai Muktamar harus menjadi momentum memperkuat kembali kepercayaan warga nahdliyin terhadap organisasi sekaligus mengembalikan NU sebagai kekuatan moral di tengah kehidupan berbangsa.
"Marwah dan kredibilitas NU saat ini turun cukup tajam. Ada berbagai persoalan internal organisasi, peristiwa yang melibatkan pesantren, isu konsesi tambang, hingga menurunnya daya kritis. Semua itu harus menjadi bahan evaluasi bersama," ujar Gus Rozin kepada wartawan, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui pergantian kepengurusan, tetapi membutuhkan kepemimpinan yang mampu membangun kembali komunikasi, memperkuat persatuan, dan menjaga independensi organisasi.
Ia menegaskan pencalonannya bukan ditujukan untuk mempertajam kontestasi menjelang Muktamar, melainkan menghadirkan alternatif gagasan bagi masa depan Nahdlatul Ulama.
Baca juga: PCNU se-Jawa Tengah Dukung Ikhtiar Gus Rozin Pimpin PBNU
"NU membutuhkan kebersamaan untuk keluar dari perbedaan yang berkepanjangan. Yang harus diperkuat adalah kedaulatan organisasi agar NU tetap menjadi rumah bersama bagi seluruh warganya," katanya.
Selain pemulihan marwah organisasi, Gus Rozin menilai kepengurusan PBNU ke depan harus memastikan manfaat NU benar-benar dirasakan hingga tingkat akar rumput.
Ia menyebut penguatan ekonomi umat, pendidikan, kesehatan, pelayanan sosial, hingga pemberdayaan pesantren harus menjadi agenda utama organisasi.
"Jam'iyah dan jamaah menunggu kehadiran NU yang lebih nyata. Manfaat organisasi harus dirasakan sampai tingkat PW, PC, MWC, dan ranting, karena di sanalah denyut kehidupan NU berada," ujarnya.
Baca juga: Gus Rozin Umumkan Maju Jadi Calon Ketua Umum PBNU, Minta Restu PCNU se-Jawa Tengah
Gus Rozin sebelumnya menyampaikan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum PBNU dalam forum silaturahmi bersama Ketua PCNU se-Jawa Tengah di Salatiga, Rabu (15/7/2026) malam.
Dalam kesempatan itu, ia memperkenalkan visi 'NU Berdaulat, Bermartabat, dan Bermanfaat' sebagai arah kepemimpinannya jika mendapat amanah pada Muktamar mendatang.
Ia berharap Muktamar ke-35 tidak hanya menghasilkan pemimpin baru, tetapi juga menjadi titik awal konsolidasi organisasi untuk memperkuat persatuan, menjaga marwah Nahdlatul Ulama, serta meningkatkan kontribusi NU bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.
Editor : Redaksi