Dorong Pertumbuhan Ekonomi, BI Jatim Kembali Gelar Java Coffee and Flavors Fest 2026

Reporter : Adji
Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim saat sambutan pada JCFF 2026. ( Adji/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur  kembali mendoromg pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sektor komoditas unggulan.  

Langkah tersebut direalisasikan melalui gelaran Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2026 yang berlangsung di Alun-Alun Balai Pemuda, Surabaya. 

Kepala KPwBI Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan ajang ini menjadi panggung untuk menampilkan kekayaan alam berpotensi tinggi, khususnya komoditas Kopi, Rempah, Teh, dan Coklat hasil kemitraan serta binaan Bank Indonesia. 

"Hampir seluruh produk yang dipamerkan di sini merupakan hasil kemitraan dan dukungan konkret dari Bank Indonesia. Kami terus memberikan dorongan penuh kepada UMKM, khususnya sektor kopi dan rempah, agar mampu memberikan dampak nyata pada basis data ekonomi daerah," kata Ibrahim dalam sambutannya pada hari kedua JCFF 2026, Sabtu, 18 Juli 2026. 

Ibrahim, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Perwakilan BI DIY, juga mengungkapkan Kopi saat ini tidak hanya menjadi komoditas konsumsi, melainkan telah berkembang menjadi bagian dari pengalaman hidup dan gaya hidup masyarakat, mulai dari tingkat pemula hingga kelas menengah. 

Lebih lanjut, gelaran JCFF tahun ini sengaja mengusung konsep inklusivitas dengan menyatukan berbagai potensi ekonomi yang ada di Jawa Timur.  

"Tidak hanya berfokus pada pameran produk tirta dan pangan, rangkaian acara juga melibatkan berbagai elemen masyarakat melalui kegiatan edukatif dan kreatif," ungkap Ibrahim. 

Sementara pada pelaksanaan hari kedua ini, acara dimeriahkan dengan lomba mewarnai anak-anak, pertunjukan musik dari siswa SMP dan SMA, hingga demonstrasi memasak yang berlangsung sejak siang hingga sore hari. 

" Dengan integrasi kegiatan ekonomi dan hiburan masyarakat ini, Bank Indonesia berharap JCFF 2026 mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat posisi Surabaya sebagai pusat penggerak ekonomi kreatif di Jawa Timur," pungkas Ibrahim.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru