Penutupan JCFF 2026 Lampau Target, BI Jatim Catat Pembiayaan UMKM Senilai Puluhan Miliar

Reporter : Adji
Kepala KPwBI Jatim, Ibrahim (kanan), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa g (berjilbab), Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta (tengah). (Adji/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Bank Indonesia (BI) menutup gelaran kelima Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2026 di Kota Surabaya, Jawa Timur.  

Ajang tahunan ini sukses mencatatkan 31  pembiayaan UMKM dengan nilai menembus Rp.20 miliar, melampaui target awal yang telah ditetapkan. 

Selain pembiayaan, festival yang mempertemukan seluruh ekosistem ekonomi di sektor Kopi, Teh, Cokelat, dan Rempah Nusantara ini juga menghasilkan kesepakatan dagang baru serta mencatat transaksi langsung UMKM sebesar Rp.1 miliar hanya dalam waktu 2,5 hari. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan, JCFF bukan sekadar festival biasa, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat UMKM agar mampu menembus pasar Internasional. 

"Tumbuhnya bukan hanya acaranya, tetapi ekosistemnya yang semakin kuat, luas, dan memberikan manfaat nyata. Cita rasa lokal dari Indonesia harus bisa dinikmati oleh seluruh dunia,"  kata  Ibrahim pada penutupan JCFF 2026 di Alun - Alun  Balai Pemuda, Surabaya. Minggu, 19 Juli 2026. 

Di tempat yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menyampaikan apresiasinya atas sinergi kokoh antara Pemprov Jatim, Pemkot Surabaya, OJK, Perbankan, hingga pelaku usaha.  

Filianingsih menyoroti besarnya potensi komoditas Jawa, di mana produksi Kopi, Kakao, dan Teh tetap stabil di angka 220 ribu hingga 250 ribu ton, sedangkan produksi rempah mencapai 542 ribu ton. 

"Jawa Timur menjadi sentra utama kopi dan kakao. Komoditas unggulan Jawa terbukti tetap berdaya saing di pasar internasional di tengah perlambatan ekonomi global,"  ungkap  Filianingsih. 

Sebagai upaya untuk mendorong inklusi ekonomi, Bank Indonesia juga menjadikan momentum ini untuk meluncurkan kampanye nasional "QRIS Jelajah Indonesia 2026" dengan tema Jelajah Kuliner Nusantara.  

Upaya tersebut bertujuan untuk menghubungkan Sektor Kuliner, Pariwisata, dan Pembayaran Digital demi memperkuat Ekonomi lokal. 

"Hingga Mei 2026, transaksi QRIS di pulau Jawa tercatat tumbuh signifikan sebesar 84,5 persen secara tahunan, dengan volume mencapai 168 juta transaksi dan nilai nominal mencapai Rp.21 triliun yang didominasi oleh pelaku UMKM," beber Filianingsih. 

Saat ini, QRIS antarnagara telah dapat digunakan di 6 negara tujuan. BI juga sedang melakukan diskusi intensif dengan Bank Sentral India dan otoritas moneter Arab Saudi untuk memperluas jangkauan QRIS global.  

"Digitalisasi ini diharapkan mampu mempermudah transaksi dagang, menekan risiko nilai tukar, dan mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing tertentu," pungkas Filianingsih.

 
 

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru