Pemkot Surabaya Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Cegah Penyakit Zoonosis

Reporter : Saputra
Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Portal Kesehatan Masyarakat, dan Pokja RCCE di Puskesmas Medokan Ayu.(Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi penyakit zoonosis atau penyakit yang menular dari hewan ke manusia. 

Upaya ini dilakukan melalui Lokakarya Edukasi Pencegahan Penyakit Zoonosis yang digelar Dinas Kesehatan Kota Surabaya bersama Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI, Portal Kesehatan Masyarakat, dan Pokja RCCE pada 21–22 Juli 2026 di Puskesmas Medokan Ayu.

Lebih dari 15 instansi dan organisasi hadir, mulai dari unsur pemerintah, kesehatan hewan, lembaga keagamaan, hingga media. Mereka dilatih untuk menyampaikan informasi yang akurat dan mudah dipahami kepada masyarakat.

Tujuan lokakarya adalah memperkuat komunikasi risiko, meningkatkan keterlibatan masyarakat, dan membangun koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman zoonosis. 

Selain itu, para promotor kesehatan juga dibekali kemampuan komunikasi agar dapat mengedukasi masyarakat secara efektif.

Ketua Tim Kerja Surveilans dan Imunisasi Dinkes Surabaya, Moch. Ashadi M, menyatakan bahwa pengendalian penyakit tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan dan surveilans, tetapi juga pada komunikasi risiko yang cepat dan transparan.

Data hingga minggu ke-27 2026 mencatat 14 suspek leptospirosis dan 33 kasus GHPR di Surabaya. Meski bukan daerah endemis rabies, masyarakat tetap diminta tidak panik namun tetap waspada.

Sementara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian memberikan tips pencegahan agar terhindar dari zoonosis. 

"Kita mengimbau masyarakat melakukan vaksinasi hewan peliharaan untuk cegah rabies, menggunakan alas kaki saat banjir untuk cegah leptospirosis, serta tidak mengonsumsi ternak yang sakit untuk cegah antraks," terang drh. Wafiroh. 

Ketua Pokja RCCE, Rizky Ika Syafitri, menegaskan peran tokoh masyarakat, agama, dan media sangat penting agar informasi kesehatan sampai ke seluruh lapisan warga.

"Dengan kolaborasi ini, Pemkot Surabaya berharap potensi kejadian luar biasa akibat zoonosis dapat dicegah sejak dini," ujarnya.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru