Gus Arief Perkuat Kolaborasi dengan UNISMA, Blora Bidik Pengembangan Pertanian, SDM hingga Riset Berbasis Kampus

Reporter : Redaksi
Momen foto bersama. (Istimewa)

Malang, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora terus memperluas jejaring kemitraan dengan perguruan tinggi guna mempercepat pembangunan daerah. Kali ini, Pemkab Blora menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Islam Malang (UNISMA) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) tentang pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Sabtu (18/7/2026).

Penandatanganan kerja sama dilakukan langsung oleh Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman atau yang akrab disapa Gus Arief, bersama Rektor UNISMA Prof. Drs. H. Junaidi, di Kampus UNISMA, Malang. Turut mendampingi Bupati, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Kabupaten Blora.

Baca juga: Gus Arief Tantang 100 Mahasiswa UNY Tinggalkan Warisan untuk Desa, Minta Ada Pameran Hasil KKN Sebelum Penarikan

Gus Arief mengatakan, kemitraan dengan perguruan tinggi menjadi langkah penting untuk menghadirkan pembangunan yang berbasis ilmu pengetahuan, riset, dan inovasi. Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan akademisi dalam merumuskan kebijakan sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan pembangunan.

"Kami berharap kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan MoU, tetapi benar-benar diwujudkan dalam program nyata melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Perguruan tinggi memiliki sumber daya yang dapat memperkuat pembangunan Kabupaten Blora," ujar Gus Arief.

Dalam pemaparannya, Bupati memperkenalkan berbagai potensi unggulan yang dimiliki Kabupaten Blora, mulai dari sektor minyak dan gas bumi, industri kayu jati, peternakan, hingga pertanian yang menjadi salah satu penggerak utama perekonomian daerah.

Ia menjelaskan, produksi pertanian Blora terus menunjukkan tren positif. Pada tahun 2025, produksi gabah kering giling mencapai 530.818 ton atau meningkat sekitar 25 persen dibanding tahun sebelumnya. Produksi jagung juga naik menjadi 482.466 ton, menjadikan Blora sebagai salah satu sentra pangan penting di Jawa Tengah.

Selain itu, Kabupaten Blora masih mempertahankan posisinya sebagai daerah dengan populasi sapi potong terbesar di Jawa Tengah. Potensi tersebut, menurut Gus Arief, terus dikembangkan melalui berbagai inovasi agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Salah satu program unggulan yang diperkenalkan kepada UNISMA adalah Gerakan Sejuta Kotak Umat (GASEKU), yakni inovasi pemanfaatan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Program yang telah memperoleh penghargaan Innovative Government Award dari Kementerian Dalam Negeri tersebut dinilai mampu mendukung pertanian berkelanjutan sekaligus meningkatkan produktivitas lahan.

"Kami terus mendorong pertanian organik melalui GASEKU. Saat ini gerakan tersebut telah berkembang di berbagai desa dengan ribuan kotak pupuk organik yang dimanfaatkan kelompok tani. Harapannya, kolaborasi dengan perguruan tinggi dapat memperkuat inovasi dan pengembangannya," jelasnya.

Baca juga: Masih Diproses, Polisi Tuban Terancam Pidana Usai Viral Berkendara Sambil Merokok dan Pakai Dugaan Nopol Palsu

Tak hanya sektor pertanian, Gus Arief juga memaparkan program Gerakan Petani Milenial yang bertujuan menarik minat generasi muda menggeluti dunia pertanian berbasis teknologi dan kewirausahaan.

Di bidang pendidikan, Bupati memperkenalkan inovasi Sekolah Sisan Ngaji (SSN) yang mengintegrasikan pendidikan karakter dengan pembelajaran di sekolah. Program tersebut mengantarkan Kabupaten Blora meraih penghargaan nasional dari Kementerian Agama pada 2025.

Menurut Gus Arief, berbagai tantangan pembangunan seperti pengentasan kemiskinan, percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas sumber daya manusia, hingga pengembangan potensi ekonomi daerah membutuhkan dukungan perguruan tinggi.

"Kami ingin kampus hadir bersama masyarakat. Melalui riset, pendampingan, inovasi teknologi, hingga pengabdian kepada masyarakat, kami optimistis kerja sama ini mampu memberikan manfaat langsung bagi Kabupaten Blora," katanya.

Baca juga: Gus Arief Lepas 66 Siswa Ikuti Seleksi Magang Jepang, Dorong Generasi Muda Blora Siap Bersaing di Dunia Internasional

Selain pengembangan masyarakat, kerja sama tersebut juga akan dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Pemkab Blora mendorong pemanfaatan Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) sehingga ASN dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana maupun magister tanpa mengganggu tugas kedinasan.

Sementara itu, Rektor UNISMA Prof. Drs. H. Junaidi menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Ia berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Blora dapat menghasilkan berbagai program kolaboratif, mulai dari penelitian terapan, pendampingan masyarakat, penguatan sektor pertanian, pemberdayaan ekonomi, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkelanjutan.

Melalui kemitraan ini, Pemkab Blora menargetkan lahirnya berbagai inovasi dan solusi berbasis akademik yang mampu mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru