Semarang, MEMANGGIL.CO - Hubungan antara Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Tengah dengan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok memasuki babak baru. Dalam pertemuan yang berlangsung di Semarang, Kamis (23/7/2026), kedua pihak sepakat memperkuat kerja sama di bidang pendidikan, pengembangan bahasa, pertukaran akademik, hingga kemudahan akses studi dan visa bagi masyarakat Indonesia.
Pertemuan tersebut juga mempertegas komitmen bersama dalam menjaga perdamaian, kemanusiaan, serta memperkuat hubungan bilateral Indonesia - Tiongkok yang selama ini telah dirintis oleh Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Konjen Tiongkok menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap peran besar Gus Dur dalam membangun hubungan harmonis antara Indonesia dan Tiongkok, termasuk memperjuangkan hak-hak masyarakat keturunan Tionghoa di Indonesia.
"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Gus Dur. Beliau telah menjaga perdamaian, mempererat hubungan bilateral Indonesia dengan Tiongkok, serta melindungi hak-hak masyarakat Chinese di Indonesia. Nilai-nilai itu sangat kami hormati hingga hari ini," ujar Konjen Tiongkok dalam pertemuan tersebut.
Konjen Tiongkok juga menyampaikan penghargaan terhadap kepemimpinan Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin yang dinilai berhasil melanjutkan berbagai kerja sama pendidikan dengan institusi-institusi di Tiongkok.
"Kami mengapresiasi kepemimpinan Gus Rozin, terutama dalam bidang pendidikan. Kerja sama yang telah berjalan selama ini sangat baik dan memberikan manfaat nyata," ungkapnya.
Menurutnya, minat masyarakat Indonesia untuk mempelajari Bahasa Mandarin terus meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, pihak Konsulat siap membantu menghadirkan tenaga pengajar asli dari Tiongkok.
"Kami bersedia menyediakan pengajar Bahasa Tiongkok langsung dari Tiongkok. Permintaannya memang sangat besar sehingga selama ini ada keterbatasan, namun kami akan berupaya membantu memenuhi kebutuhan tersebut," katanya.
Selain penguatan pendidikan bahasa, Konjen Tiongkok juga membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai universitas di Tiongkok melalui berbagai skema beasiswa.
Tak hanya itu, pelayanan visa juga menjadi salah satu bentuk dukungan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut.
"Visa memang menjadi bagian tugas kami. Jika PWNU maupun perguruan tinggi membutuhkan bantuan, silakan menghubungi kami. Kami siap memfasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku," tegasnya.
Konjen Tiongkok juga mendorong para rektor perguruan tinggi, kepala sekolah, hingga pimpinan pondok pesantren di Jawa Tengah untuk melakukan kunjungan akademik ke Tiongkok guna membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
"Kami berharap para rektor, kepala sekolah, dan pengasuh pesantren dapat berkunjung ke Tiongkok. Kami ingin semakin banyak kerja sama yang terbangun."
Bahkan sebelum akhir tahun 2026, pihak Konsulat berencana kembali mengundang jajaran PWNU Jawa Tengah untuk membahas tindak lanjut berbagai program yang telah dirancang.
Baca juga: Gus Rozin Ungkap Alasan Maju Calon Ketum PBNU: Marwah NU Harus Dipulihkan
"Sebelum akhir tahun kami akan kembali mengundang Bapak ke Surabaya untuk melanjutkan pembahasan kerja sama ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua PWNU Jawa Tengah KH Abdul Ghaffar Rozin atau Gus Rozin menegaskan bahwa seluruh kerja sama yang dibangun bersama berbagai negara, termasuk Tiongkok, berangkat dari nilai-nilai kemanusiaan yang diwariskan Gus Dur.
"Kami hanya meneruskan ajaran Gus Dur, yakni menjaga perdamaian, menjunjung tinggi kemanusiaan, dan membangun hubungan baik dengan semua bangsa, termasuk dengan Tiongkok," kata Gus Rozin.
Menurutnya, pendidikan merupakan jembatan paling efektif untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
PWNU Jawa Tengah mendorong lahirnya lebih banyak program pembelajaran Bahasa Mandarin di lingkungan pendidikan maupun pesantren.
"Program bahasa menjadi sangat penting untuk dikerjasamakan. Kehadiran pengajar asli dari Tiongkok akan sangat membantu meningkatkan kualitas pembelajaran," ujarnya.
Selain pembelajaran bahasa, Gus Rozin juga berharap semakin banyak pelajar Indonesia memperoleh kemudahan melanjutkan pendidikan ke universitas-universitas terbaik di Tiongkok melalui berbagai program beasiswa.
Baca juga: PCNU se-Jawa Tengah Dukung Ikhtiar Gus Rozin Pimpin PBNU
"Kami berharap akses masuk ke universitas di Tiongkok semakin mudah, termasuk peluang memperoleh beasiswa bagi mahasiswa Indonesia," katanya.
Ia juga menyambut baik dukungan Konsulat terkait pelayanan visa yang dinilai akan mempermudah berbagai program pertukaran pendidikan.
Di sisi lain, PWNU Jawa Tengah tengah menyiapkan berbagai program kunjungan yang melibatkan kepala sekolah, pengasuh pondok pesantren, akademisi, hingga perguruan tinggi untuk melihat secara langsung perkembangan dunia pendidikan di Tiongkok.
Menurut Gus Rozin, pengalaman internasional menjadi bekal penting bagi lembaga pendidikan Indonesia dalam menghadapi tantangan global.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kerja sama. Kedua belah pihak sama-sama menegaskan komitmen memperkuat hubungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek diplomatik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia, pertukaran budaya, pendidikan, dan persahabatan antarbangsa.
Konjen Tiongkok juga menyatakan kesediaannya menghadiri berbagai kegiatan yang diselenggarakan PWNU Jawa Tengah maupun perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan hubungan kedua negara.
Pertemuan ini diharapkan menjadi fondasi bagi lahirnya berbagai program konkret yang mampu memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas generasi muda, serta mempererat hubungan masyarakat Indonesia dan Tiongkok melalui jalur pendidikan, budaya, dan kemanusiaan.
Editor : Redaksi