Surabaya, MEMANGGIL.CO – Pertunjukan tari balet bertema The Lion King siap disajikan dengan balutan budaya Nusantara pada 1 Agustus 2026 mendatang di Gedung Cak Durasim, UPT Taman Budaya Jawa Timur.
Mengusung konsep panggung bergaya Broadway, pementasan ini akan melibatkan sebanyak 165 penari dari berbagai kelompok usia.
Pendiri Premiere School of Ballet, Sylvi Panggawean mengungkapkan, karya ini menghadirkan perpaduan antara teknik tari balet klasik Barat dan elemen kearifan lokal Indonesia.
"Akulturasi budaya tersebut tampak pada rancangan busana dan aksesori penari yang didominasi warna keemasan, cokelat, dan merah, lengkap dengan sentuhan motif anyaman serta batik khas Nusantara," kata Sylvi, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain kostum berunsur batik, para penari juga akan mengenakan topeng hewan yang diukir khusus dan dilengkapi hiasan bulu.
Melalui gerakan balet yang dinamis, pementasan ini membawakan narasi tentang perjalanan hidup, keberanian, dan persahabatan.
" Perpaduan gaya klasik dan warna budaya lokal ini dirancang untuk mempopulerkan seni pertunjukan di kalangan generasi muda," ungkap Sylvi.
Ia pun menyebutkan, bahwa persiapan pementasan kini telah memasuki tahap akhir.
"Setelah menyelesaikan proses gladi kotor pada 19 Juli lalu, seluruh tim penari dijadwalkan menjalani gladi bersih pada 31 Juli 2026 mendatang sebelum tampil di hadapan publik," pungkas Sylvi.
Editor : B. Wibowo