Jakarta, MEMANGGIL.CO - Suasana Fakultas Hukum Universitas Jayabaya tampak berbeda. Dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa turun langsung membersihkan lingkungan kampus, mengecat sejumlah fasilitas, dan menanam pohon dalam Gerakan Peduli Kampus yang digelar sebagai upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, nyaman, dan asri.
Mengusung tema "Ciptakan Lingkungan Bersih dan Nyaman Menuju Budaya Akademik Kampus yang Unggul", kegiatan ini menjadi bentuk komitmen Fakultas Hukum Universitas Jayabaya dalam membangun budaya peduli lingkungan yang dimulai dari lingkungan kampus.
Baca juga: Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Gus Rozin Tawarkan Agenda Besar Pembaruan NU
Sejak pagi, seluruh civitas akademika bergotong royong membersihkan halaman, merapikan taman, mengecat fasilitas yang mulai kusam, hingga menanam pohon di sejumlah titik. Kebersamaan menjadi pemandangan yang mencolok dalam kegiatan tersebut. Tak ada sekat antara pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Semuanya larut dalam semangat yang sama, merawat kampus sebagai rumah bersama.
Dekan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Dr. Kristiawanto, mengatakan gerakan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun kebiasaan positif yang dilakukan secara berkelanjutan.
"Gerakan bersih-bersih kampus tidak hanya dilakukan saat ini saja, namun harus menjadi budaya bagi seluruh civitas akademika," kata Kristiawanto dalam sambutannya, ditulis Jumat (24/7/2026).
Menurutnya, kebersihan lingkungan kampus tidak cukup diwujudkan melalui program sesaat, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh warga kampus agar menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Kristiawanto menilai, kampus yang bersih dan nyaman akan menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif sekaligus membentuk karakter mahasiswa yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Gus Rozin, Putra KH MA Sahal Mahfudh yang Kini Maju dalam Bursa Ketua Umum PBNU
Ia berharap Gerakan Peduli Kampus tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan bersama yang terus dijaga.
"Gerakan Peduli Kampus harus dapat diinternalisasi bagi setiap insan akademis di lingkungan kampus, khususnya Fakultas Hukum Universitas Jayabaya. Hal tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat sehingga menjadi budaya di lingkungan kampus," ujarnya.
Selain membersihkan lingkungan dan melakukan pengecatan, penanaman pohon juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan kawasan kampus yang semakin hijau sekaligus menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Bagi Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, membangun budaya akademik tidak hanya dilakukan melalui proses belajar mengajar di ruang kuliah. Lingkungan yang bersih, nyaman, dan tertata juga menjadi faktor penting dalam mendukung terciptanya atmosfer akademik yang berkualitas.
Melalui Gerakan Peduli Kampus, Fakultas Hukum Universitas Jayabaya berharap semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan terus tumbuh di kalangan civitas akademika.
Dengan demikian, kampus tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk membangun karakter, tanggung jawab, dan budaya hidup bersih yang akan terbawa hingga ke tengah masyarakat.
Editor : Redaksi