Surabaya, MEMANGGIL.CO — Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia (KLH RI) mengapresiasi sejumlah inovasi teknologi pengelolaan lingkungan karya Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Apresiasi itu disampaikan langsung Menteri LH Mohammad Jumhur Hidayat saat kunjungan kerja ke Gedung Rektorat ITS.
Dalam kunjungan tersebut ITS memamerkan ITS COMPOStech, mesin ecosmart composter yang mampu mengolah sampah organik hingga 50 kg per hari dalam waktu maksimal 20 jam per batch. Teknologi ini dirancang minim bau dan limbah cair sehingga cocok untuk area terbatas.
“Terutama di dapur SPPG yang produksinya besar, dibutuhkan mesin yang memproses limbah padat dan cair secara cepat. Mesin ini punya potensi besar,” ujar Jumhur yang juga menjabat Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
ITS juga menampilkan Mobile Water Treatment berbasis elektrokoagulasi. Sistem portabel ini dinilai cocok untuk daerah bencana dan wilayah terpencil.
"Jika dikombinasikan dengan COMPOStech, keduanya bisa menyelesaikan masalah limbah organik padat dan cair di sektor pariwisata, perhotelan, dan industri makanan," kata Jumhur.
Inovasi lain yang dipamerkan adalah pemanfaatan superworm untuk mengurai plastik jenis EPS/styrofoam, serta aplikasi Siklusin untuk memonitor transaksi sampah secara real time dari nasabah, bank sampah, hingga industri daur ulang.
Rektor ITS Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati menyatakan ITS memiliki peta jalan Net Zero Emission 2026-2030.
“Kami siap menindaklanjuti arahan Menteri LH terkait implementasi COMPOStech dan Water Treatment, dengan menggandeng industri untuk produksi massal,” jelasnya.
Rangkaian kunjungan ditutup dengan uji coba mobil otonom modular karya tim robotika ITS.
Inovasi ITS ini sejalan dengan SDGs poin 6 Air Bersih, poin 9 Industri dan Inovasi, serta poin 12 Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab.
Editor : Redaksi