Blora, MEMANGGIL.CO - Pemerintah Kabupaten Blora mendapat tawaran kolaborasi dari Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang untuk memperkuat pembangunan sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kualitas madrasah dan pondok pesantren.
Kerja sama tersebut tidak hanya menyentuh sektor pendidikan dan beasiswa. UIN Malang juga menawarkan pendampingan pembangunan fisik pesantren, kesehatan lingkungan, psikologi, hingga upaya pencegahan bullying di lingkungan pendidikan keagamaan.
Komitmen itu disampaikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Abdul Hamid, MA, setelah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemkab Blora, Kamis (10/9/2026).
Pertemuan berlangsung di Ruang Tamu VIP Kantor Bupati Blora dan dihadiri jajaran Pemkab Blora serta sejumlah perwakilan UIN Malang.
Prof. Abdul Hamid mengatakan perguruan tinggi yang dipimpinnya siap mengambil bagian dalam proses pembangunan di Kabupaten Blora, terutama melalui program pemberdayaan madrasah dan pondok pesantren.
Menurut dia, posisi UIN Malang sebagai perguruan tinggi keagamaan Islam negeri memungkinkan kerja sama dikembangkan ke berbagai bidang.
“Kami ditugaskan untuk melaksanakan program pemberdayaan madrasah dan pondok pesantren. Seperti halnya di Kabupaten Blora ini,” kata Prof. Abdul Hamid.
Ia menjelaskan, UIN Malang memiliki sembilan fakultas dan satu sekolah pascasarjana dengan 56 program studi.
Perguruan tinggi tersebut saat ini memiliki sekitar 24 ribu mahasiswa, termasuk 52 mahasiswa yang berasal dari Blora. Selain itu, terdapat sekitar 400 mahasiswa asing dari 44 negara.
Dari Bangunan Pesantren hingga Pencegahan Bullying
Salah satu tawaran kerja sama yang disampaikan UIN Malang adalah pendampingan terhadap kondisi fisik bangunan pesantren dan madrasah.
Prof. Abdul Hamid menyebut UIN Malang memiliki Fakultas Teknik Sipil yang dapat dilibatkan untuk membantu melakukan pendampingan dari aspek konstruksi.
Menurutnya, kebutuhan pendampingan fisik pesantren menjadi semakin penting setelah muncul kasus robohnya bangunan pondok pesantren di Jawa Timur.
“Kami juga mempunyai Fakultas Teknik Sipil. Sehingga pendampingan pondok pesantren dari segi fisik juga dapat kami lakukan,” ujarnya.
Pendampingan tidak berhenti pada konstruksi bangunan. UIN Malang juga membuka peluang kerja sama di bidang kesehatan, penataan lingkungan pesantren serta penguatan aspek psikologis para santri.
Prof. Abdul Hamid menilai persoalan lingkungan pesantren juga perlu mendapat perhatian karena masih terdapat lembaga pendidikan yang membutuhkan pembenahan dari sisi kebersihan dan kesehatan lingkungan.
“Begitu juga di bidang pendidikan, kesehatan, hingga penataan lingkungan pesantren,” katanya.
Untuk aspek kesehatan, UIN Malang dapat melibatkan sumber daya dari bidang kesehatan masyarakat maupun kedokteran.
Sementara untuk persoalan psikologis, Fakultas Psikologi ditawarkan mengambil peran dalam membantu upaya pencegahan bullying di lingkungan pesantren.
“Dari Fakultas Psikologi bisa membantu cegah bullying di pesantren,” ujar Prof. Abdul Hamid.
Tawaran tersebut membuka peluang kerja sama yang lebih luas karena penguatan pesantren tidak hanya dipandang dari sisi pendidikan agama, tetapi juga menyangkut keamanan, kesehatan, kualitas lingkungan dan kesehatan mental santri.
Ada Beasiswa untuk Penghafal Al-Qur'an dan Kitab Kuning
Selain pendampingan pesantren dan madrasah, UIN Malang juga menawarkan kesempatan pendidikan tinggi bagi santri Blora.
Program tersebut salah satunya berupa beasiswa bagi santri dan santriwati penghafal Al-Qur'an yang ingin melanjutkan kuliah di UIN Malang.
Tidak hanya hafiz Al-Qur'an, kesempatan serupa juga ditawarkan kepada santri yang memiliki kemampuan dalam bidang kitab kuning.
“Tidak hanya beasiswa penghafal Al-Qur'an, namun juga ada beasiswa kuliah untuk santri yang hafal kitab kuning,” jelasnya.
UIN Malang juga menawarkan skema pendidikan bagi guru sekolah maupun guru pondok pesantren melalui program pascasarjana.
Menariknya, program tersebut dapat dilakukan secara hybrid sehingga guru tidak selalu harus datang ke Malang untuk mengikuti perkuliahan.
Prof. Abdul Hamid berharap kerja sama dengan Pemkab Blora tidak berhenti pada seremoni penandatanganan MoU.
Ia bahkan mengundang Bupati Blora dan jajaran pemerintah daerah untuk datang langsung ke Malang guna membahas langkah konkret kerja sama tersebut.
“Bulan depan kami tunggu kedatangannya ke Malang. Sebuah kehormatan bagi kami jika Pak Bupati dan jajaran dapat hadir ke Malang mematangkan kerja sama ini,” katanya.
Gus Arief Sambut Tawaran UIN Malang
Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman, yang akrab disapa Gus Arief, menyambut positif tawaran kolaborasi tersebut.
Gus Arief menilai program yang ditawarkan UIN Malang sejalan dengan agenda Pemkab Blora dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Terima kasih Pak Wakil Rektor atas penyampaian programnya. Tentunya ini tawaran yang bagus untuk mengawal peningkatan pembangunan pendidikan di pesantren dan madrasah di Kabupaten Blora,” kata Gus Arief.
Menurutnya, pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintahannya.
Gus Arief berharap UIN Malang dapat ikut bersinergi dengan Pemkab Blora melalui program yang benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pembangunan SDM memang menjadi salah satu prioritas pemerintahan kami. Semoga UIN Malang bisa ikut bersinergi membantu Blora,” ujarnya.
Gus Arief juga meminta organisasi perangkat daerah teknis segera memetakan berbagai tawaran yang disampaikan UIN Malang.
“Kami akan minta dinas teknis untuk menyusun langkah konkret agar program-program yang disampaikan bisa dipetakan tindak lanjutnya,” katanya.
Dengan demikian, MoU tersebut diharapkan menjadi pintu masuk bagi program kerja sama yang lebih konkret antara Pemkab Blora dan UIN Malang.
Jika ditindaklanjuti, kolaborasi tersebut berpotensi mencakup peningkatan kualitas pendidikan pesantren dan madrasah, pendampingan bangunan, kesehatan lingkungan, pencegahan bullying, peningkatan kapasitas guru hingga akses beasiswa bagi santri Blora.
Dalam pertemuan tersebut, Prof. Abdul Hamid didampingi Dr. Nur Fadhilah, S.HI., MH., dosen Fakultas Syariah; Khafidhun Annas, M.Hum., dosen Fakultas Humaniora; serta Fathul Qorib, S.Ag., selaku Katim Kerja Sama UIN Malang.
Dari Pemkab Blora turut hadir Pj Sekda Blora, Asisten Pemerintahan dan Kesra, Inspektur Daerah, Kepala Bapperida, Kepala BPPKAD, Kabag Hukum serta Kabag Pemerintahan.
Setelah penandatanganan MoU, pertemuan dilanjutkan dengan diskusi untuk mempertajam bentuk kerja sama yang akan ditindaklanjuti.