Ratusan Rumah Warga hingga Anggota DPRD Tuban Terdampak Debu Semen Indonesia

Reporter : Redaksi
Komisi I DPRD Tuban menggelar audiensi yang mempertemukan pihak perusahaan, perwakilan warga terdampak, serta pemerintah setempat. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO – Keluhan terkait debu dari aktivitas operasional PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban terus bergulir. Dimana, ratusan rumah warga yang berada di kawasan ring satu perusahaan di Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, disebut terdampak debu.

Dampak tersebut bahkan dirasakan Ketua Komisi I DPRD Tuban, Suratmin. Rumahnya yang berada di sekitar kawasan perusahaan juga ikut terkena debu, terutama saat musim kemarau dan ketika arah angin bergerak menuju permukiman.

Baca juga: Pakai Isolation Forest, Skripsi Mahasiswa Untag Deteksi Anomali Keuangan UMKM Lebih Cepat

Hal itu disampaikan Suratmin usai mengikuti audiensi yang mempertemukan pihak perusahaan, perwakilan warga terdampak, serta pemerintah setempat, Rabu (12/8/2026).

Suratmin mengaku sebagai warga Kecamatan Kerek, dirinya turut merasakan kondisi tersebut. Debu bahkan disebut muncul hingga malam hari.

Namun, ia belum menyimpulkan bahwa debu yang masuk ke rumahnya tersebut seluruhnya berasal dari aktivitas Pabrik Semen Indonesia.

"Debu ini tergantung arah mata angin. Kalau pas angin, katakan dari timur ke barat, pasti tempat tinggal saya kena debu," ungkapnya.

Politisi senior Partai Golkar tersebut mendorong perusahaan segera menindaklanjuti keluhan masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut harus segera diselesaikan agar tidak berlarut-larut dan kembali menjadi keluhan warga kepada DPRD.

"Secepatnya. Kita tidak ingin ini menjadi molor dan teman-teman menanyakan ke kami kembali. Sebelum warga tanya ke kami lagi, semoga pihak semen sudah menindaklanjuti," tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, perwakilan warga menyampaikan bahwa terdapat sekitar 700 rumah atau kepala keluarga di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, yang disebut terdampak debu. Selain itu, sekitar 17 warga dilaporkan mengalami sesak napas.

Koordinator warga terdampak, Joyo Muhasan, mengatakan masyarakat menginginkan adanya langkah serius dari perusahaan untuk menangani persoalan debu maupun bau yang dikeluhkan warga.

Baca juga: Jelang HUT ke-81 RI, Omzet Konveksi di Blora Anjlok hingga 50 Persen

"Tuntutan kami ada tindakan serius untuk penanganan debu maupun bau yang dikeluarkan dari perusahaan. Kedua, kami berharap ada kompensasi," ungkap Joyo.

Menurut Joyo, debu yang dirasakan warga diduga berasal dari material yang digunakan dalam proses produksi, termasuk aktivitas cerobong pabrik serta material clay dan batu bara. Selain persoalan debu, warga juga mengeluhkan munculnya bau menyengat.

Ia menduga bau tersebut berkaitan dengan material yang digunakan dalam proses produksi, termasuk material yang disebut warga sebagai limbah B3 yang didatangkan dari luar perusahaan.

"Bau menyengat berasal dari bahan baku limbah B3 yang didatangkan dari luar untuk bahan baku semen," ujarnya.

Sementara itu, Senior Manager of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, Dharma Sunyata, mengatakan masukan dan keluhan warga menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan.

Baca juga: Dosen STKIP Muhammadiyah Blora Pengabdian Internasional di Malaysia

Menurutnya, apa yang disampaikan masyarakat merupakan bagian dari koreksi terhadap proses operasional perusahaan. Jika ditemukan adanya proses produksi yang belum berjalan secara optimal, perusahaan akan melakukan perbaikan.

"Ini juga menjadi peringatan. Kalau memang ada proses produksi kami yang kurang sempurna, tentu kami akan perbaiki," jelasnya.

Sebelumnya, keluhan warga ring satu perusahaan terkait dugaan polusi debu tersebut juga sempat berujung aksi protes. Ratusan warga bahkan memblokir akses masuk area tambang milik perusahaan sebagai bentuk kekecewaan.

Warga meminta PT Semen Indonesia segera mengambil langkah nyata untuk mengatasi persoalan debu yang mereka nilai telah terjadi berulang kali dan mengganggu aktivitas maupun kenyamanan masyarakat sekitar.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru