Surabaya, MEMANGGIL.CO  — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa tolok ukur keberhasilan ekonomi syariah tidak sekadar dilihat dari besaran nilai aset, melainkan dari sejauh mana dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. 

Hal tersebut disampaikan Khofifah dalam ajang Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Jawa 2026 yang berlangsung pada 25 hingga 27 September 2026. 

"Ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya," kata Khofifah dalam sambutan pembukaan Fesyar Regional Jawa 2026 di Grand City, Surabaya.Jumat, 26 September 2026. 

Menurutnya, sinergi lintas sektor melalui FESyar harus mampu menciptakan kerja sama yang berkelanjutan.  

Upaya tersebut untuk memperkuat kapasitas usaha, memperluas akses pasar, hingga mempermudah pembiayaan bagi para pelaku usaha syariah. 

Mengusung tema "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital", FESyar Jawa 2026 meluncurkan tiga program unggulan, yakni Memperkuat jaminan produk halal sekaligus mendongkrak daya saing serta akses pasar UMKM, Pengelolaan wakaf uang yang dialokasikan khusus untuk mendukung fasilitas dan akses pendidikan, dan Skema pembiayaan inovatif untuk pengadaan hunian bagi guru madrasah dan pesantren anggota HEBITREN. 

Sebagai penutup rangkaian Road to Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026, FESyar Jawa melengkapi gelaran serupa yang sebelumnya telah terlaksana di wilayah Sumatra dan Kawasan Timur Indonesia.  

Sejak bergulir pada 2019, platform ini konsisten menjadi simpul perjumpaan pelaku usaha dan lembaga pembiayaan guna mempercepat integrasi ekonomi berbasis syariah di tingkat regional.