Surabaya, MEMANGGIL.CO - Tradisi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kampung Nelayan Cumpat, Kedung Cowek, Surabaya masih lestari. Warga menggelar peringatan Maulid Nabi SAW dengan cara unik, Selasa (25/08/2026).
Warga membagikan uang yang dilemparkan dari atas rumah, pawai keliling, hingga pertunjukan tarian Timur Tengah dan unta yang menarik perhatian anak-anak.
Tradisi ini menjadi wujud keimanan, kecintaan kepada Rasulullah, sekaligus cerminan solidaritas sosial warga pesisir.
Uang yang dibagikan terdiri dari pecahan Rp500, Rp2.000, hingga Rp5.000. Warga memilih membagikannya dengan cara ditebarkan dari balkon rumah. Hasilnya, warga terutama anak-anak saling berebut untuk mendapatkan uang.
Olivia, warga Cumpat yang membagikan uang, mengatakan kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun. Tahun ini ia menyiapkan dana sekitar Rp1 juta, lebih besar dari tahun lalu yang Rp700 ribu.
"Tadi 2.000 annya sekitar 500-an, 5.000 annya sekitar 400 ribu. Kalau tahun kemarin itu sekitar 700 ribu, tahun ini sekitar 1 jutaan lebih," ungkapnya.
Alasan membagikan dari atas, menurutnya, agar tidak terjadi desak-desakan.
"Soalnya kalau di bawah takut diroyok sama anak-anak, takut direbut langsung," tuturnya.
Meski berebut dan perlu kerja keras untuk mendapatkan uang namun warga mengaku seru dengan pembagian uang tersebut.
"Senang dapat uang. Bisa buat beli jajan," kata Achmad Asrori, siswa kelas 5 SD ini.
Selain bagi-bagi uang, warga juga menggelar kirab dari Nambangan hingga depan Sentra Ikan Bulak (SIB) dengan mengenakan busana ala Timur Tengah. Malam harinya dilanjutkan dengan acara tahlil.
Editor : Redaksi