Jakarta, MEMANGGIL.CO - Masyarakat yang merasa posisi desil dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) tidak menggambarkan kondisi ekonomi keluarga sebenarnya dapat mengajukan pembaruan data. Pemerintah menyediakan mekanisme melalui aplikasi Cek Bansos maupun melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial.
Desil menjadi salah satu bagian penting dalam penentuan sasaran program bantuan sosial. Dalam sistem DTSEN, keluarga dikelompokkan ke dalam 10 desil berdasarkan tingkat kesejahteraan sosial dan ekonomi.
Baca juga: Bansos September 2026 Cair? Cek NIK KTP, Ada PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu
Desil 1 merupakan kelompok dengan tingkat kesejahteraan 10 persen terbawah, sedangkan desil 10 berada pada kelompok 10 persen tertinggi. Pengelompokan tersebut tidak hanya melihat penghasilan, tetapi juga sejumlah kondisi sosial ekonomi keluarga.
Variabel yang diperhitungkan antara lain pekerjaan, pendidikan, kondisi tempat tinggal, daya listrik serta kepemilikan aset. Karena itu, posisi desil seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan besarnya penghasilan bulanan.
Bagi masyarakat yang merasa data tersebut tidak sesuai, pemerintah membuka ruang untuk melakukan pembaruan. Namun, pembaruan data bukan berarti masyarakat bebas memilih desil tertentu agar otomatis masuk sebagai penerima bansos.
Data yang diajukan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Laman resmi Cek Bansos Kemensos menyebut desil bersifat dinamis. Apabila tidak sesuai, masyarakat dapat memperbaruinya melalui desa atau kelurahan dan dinas sosial, maupun melalui aplikasi Cek Bansos dengan menyampaikan data berdasarkan kondisi nyata. Setelah itu, desil akan dihitung ulang secara berkala oleh BPS.
Cara Mengetahui Posisi Desil
Langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat adalah mengecek data secara mandiri. Pengecekan dapat dilakukan melalui laman resmi Cek Bansos Kemensos dengan menggunakan NIK yang tercantum pada KTP.
Masyarakat perlu memasukkan 16 digit NIK pada kolom yang tersedia. Setelah itu, masukkan huruf kode atau captcha dan tekan tombol Cari Data.
Hasil pencarian akan memberikan informasi mengenai data penerima manfaat serta posisi desil yang tercatat dalam sistem. Apabila hasil tersebut dianggap tidak sesuai dengan kondisi keluarga saat ini, masyarakat dapat menempuh mekanisme pembaruan data.
Masyarakat perlu memahami bahwa perubahan desil bukanlah proses memilih angka yang diinginkan. Pengajuan dilakukan untuk memperbaiki data apabila terdapat ketidaksesuaian antara kondisi riil keluarga dengan informasi yang tercatat.
Misalnya, terdapat perubahan kondisi ekonomi, pekerjaan, tempat tinggal, jumlah anggota keluarga atau keadaan sosial lainnya yang belum tercermin dalam data. Informasi tersebut dapat disampaikan melalui mekanisme pembaruan yang tersedia.
Pembaruan data juga tidak berarti seseorang langsung ditetapkan sebagai penerima bantuan. Posisi desil hanya menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran program, sedangkan penetapan penerima tetap mengikuti ketentuan masing-masing program bansos.
Bisa Melalui Aplikasi Cek Bansos
Masyarakat yang ingin mengajukan pembaruan dapat menggunakan aplikasi Cek Bansos. Selain jalur aplikasi, masyarakat juga dapat menyampaikan kondisi sebenarnya melalui pemerintah desa atau kelurahan dan dinas sosial.
Mekanisme tersebut dibuat agar data sosial ekonomi masyarakat dapat diperbaiki apabila ditemukan ketidaksesuaian. Data yang telah diperbarui selanjutnya menjadi bagian dari proses pemutakhiran dan penghitungan kembali.
Karena penghitungan desil dilakukan berdasarkan berbagai indikator, masyarakat tidak dapat memastikan bahwa pengajuan pembaruan akan menghasilkan desil tertentu. Hasil akhirnya tetap bergantung pada data sosial ekonomi yang tercatat dan proses pengolahan yang dilakukan pemerintah.
Baca juga: Bansos Ditangguhkan karena Terindikasi Judol? Begini Cara Sanggah dan Klarifikasinya
Desil 1-4 menjadi kelompok sasaran bansos tertentu
Posisi desil memiliki kaitan dengan penentuan sasaran sejumlah program perlindungan sosial. Berdasarkan informasi pada laman resmi Cek Bansos, desil 1 sampai 4 atau kelompok 40 persen terbawah dapat diusulkan sebagai penerima PKH dan Program Sembako.
Sementara itu, masyarakat yang berada pada desil 5 dapat diusulkan sebagai peserta PBI-JK. Namun, kembali ditegaskan bahwa posisi desil tidak secara otomatis membuat seseorang pasti menerima bantuan.
Hal tersebut penting dipahami karena informasi mengenai cara mengubah desil sering kali dipahami secara keliru sebagai cara untuk mendapatkan bansos. Padahal, tujuan utama pembaruan adalah memastikan data sosial ekonomi masyarakat sesuai dengan keadaan sebenarnya.
Jika sebuah keluarga memang mengalami kondisi ekonomi yang lebih berat tetapi datanya belum mencerminkan keadaan tersebut, pembaruan data menjadi jalur yang dapat ditempuh.
Sebaliknya, apabila kondisi ekonomi keluarga sebenarnya sudah membaik, masyarakat juga perlu memastikan data yang tercatat tetap akurat. Pemutakhiran data bukan semata-mata untuk memperoleh bantuan, tetapi untuk menjaga ketepatan sasaran program pemerintah.
Waspada Informasi Palsu Soal Perubahan Desil
Masyarakat juga diminta berhati-hati terhadap pihak yang menawarkan jasa untuk menurunkan desil dengan imbalan tertentu. Proses pembaruan data harus dilakukan melalui mekanisme resmi.
Jangan memberikan NIK, data kependudukan, nomor rekening, kode OTP atau informasi pribadi lainnya kepada pihak yang tidak jelas. Terlebih apabila pihak tersebut menjanjikan bahwa desil pasti turun dan bansos pasti cair.
Baca juga: Desil DTSEN 2026 Berubah Tiba-Tiba, Apakah Penerima Bansos Otomatis Dicoret?
Pengecekan status dapat dilakukan langsung melalui kanal resmi Cek Bansos Kemensos. Laman tersebut menggunakan NIK 16 digit sebagai salah satu data pencarian dan secara resmi mencantumkan bahwa sumber datanya berasal dari DTSEN.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu menggunakan jasa pihak ketiga untuk sekadar mengetahui posisi desil.
Data menjadi kunci penyaluran bansos tepat sasaran
Pemutakhiran data menjadi bagian penting dalam penyaluran bantuan sosial. Data yang tidak sesuai dapat menyebabkan keluarga yang seharusnya masuk sasaran tidak teridentifikasi dengan tepat, sementara keluarga yang kondisi ekonominya sudah berubah masih tercatat dalam kelompok penerima.
Karena itu, masyarakat memiliki peran dalam memastikan informasi sosial ekonomi keluarga tetap akurat. Perubahan kondisi sebaiknya disampaikan melalui jalur resmi agar dapat menjadi bahan pembaruan.
Pemerintah sendiri menempatkan DTSEN sebagai sumber data dalam layanan Cek Bansos. Sistem tersebut mengelompokkan keluarga berdasarkan variabel sosial ekonomi dan membagi masyarakat ke dalam 10 kelompok kesejahteraan.
Masyarakat yang ingin memperbaiki data tidak perlu mencari jalan pintas. Cukup lakukan pengecekan terlebih dahulu, kemudian ajukan pembaruan apabila memang terdapat ketidaksesuaian.
Setelah data diperbarui, masyarakat perlu menunggu proses pengolahan dan penghitungan kembali. Perubahan desil tidak serta-merta muncul hanya setelah pengajuan dilakukan.
Pada akhirnya, yang dapat diperbarui adalah datanya, bukan memilih sendiri angka desilnya. Jika data sosial ekonomi keluarga memang berubah atau sebelumnya tidak sesuai, pembaruan melalui kanal resmi menjadi langkah yang tepat agar posisi desil dapat dihitung kembali berdasarkan kondisi sebenarnya.
Editor : Redaksi