Ketika Deru Vespa Tuban Menjadi Suara Kepedulian untuk Saudara di NTT

Reporter : Redaksi
Komunitas Tuban Vespa Kita ketika menyerahkan donasi kemanusiaan kepada BAZNAS Kabupaten Tuban untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO — Deru knalpot Vespa biasanya identik dengan perjalanan, kebersamaan, dan kebebasan di jalanan. Namun, kali ini suara itu membawa pesan yang jauh lebih dalam.

Bukan sekadar suara mesin yang memecah sunyi jalanan. Bukan pula tentang siapa yang paling cepat melaju.

Baca juga: Warga Tuban Resah Bau Menyengat, PT IMB Kini Dihadapkan Persoalan Kecelakaan Kerja

Dari Tuban, deru Vespa justru menjadi suara kepedulian untuk saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang tengah menghadapi duka akibat bencana gempa.

Di balik kendaraan tua yang menjadi kecintaan para penggemarnya, tersimpan hati yang hangat. Di balik perjalanan bersama, tumbuh semangat untuk berbagi.

Semangat itulah yang ditunjukkan komunitas Tuban Vespa Kita (TVK).

Pada Jumat (28/8/2026), komunitas pencinta Vespa tersebut menyerahkan donasi kemanusiaan kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Tuban.

Bantuan itu nantinya diteruskan melalui BAZNAS Provinsi Jawa Timur untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak gempa di NTT.

Nilainya mungkin tidak seberapa jika diukur dengan angka. Namun, kepedulian memang tidak pernah semata-mata tentang nominal.

Sebesar apa pun bantuan, akan terasa berarti ketika diberikan dengan ketulusan. Sebab bagi mereka yang sedang kehilangan tempat berlindung, kehilangan harta benda, bahkan mungkin kehilangan orang-orang yang dicintai, sekecil apa pun uluran tangan adalah tanda bahwa mereka tidak sendirian.

Dari komunitas yang hanya beranggotakan puluhan orang itu, terkumpul donasi sebesar Rp2 juta.

Uang tersebut kemudian diserahkan kepada BAZNAS Kabupaten Tuban untuk diteruskan ke rekening BAZNAS Provinsi Jawa Timur, sebelum akhirnya disalurkan kepada saudara-saudara yang membutuhkan di NTT.

TVK sendiri bukanlah komunitas yang dibentuk untuk sekadar berkumpul dan menghidupkan mesin Vespa.

Komunitas yang diketuai Sukirno itu dihuni orang-orang dari berbagai latar belakang. Ada pekerja swasta, Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).

Berbeda profesi, berbeda keseharian, tetapi memiliki satu ruang yang sama yakni persaudaraan.

Dan dari persaudaraan itu lahir kepedulian.

Bagi mereka, Vespa bukan hanya kendaraan. Ia menjadi jembatan yang mempertemukan banyak orang.

Dari pertemuan itu tumbuh kebersamaan, lalu kebersamaan melahirkan kepedulian terhadap sesama.

Baca juga: Sepekan Lebih Tanpa Solusi, Polemik 13 Pekerja Lokal PLN Nusantara Power Masuk Meja DPRD Tuban

Ketua BAZNAS Kabupaten Tuban, Agus Suryanto, menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan keluarga besar TVK.

Menurutnya, jumlah anggota yang tidak banyak bukan alasan untuk berhenti berbagi.

“Kami mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar Tuban Vespa Kita atas kepedulian dan semangat berbagi yang telah ditunjukkan. Meskipun jumlah anggotanya tidak banyak, kepedulian yang dimiliki sangat besar,” ujar Agus.

Ia menegaskan, membantu sesama tidak harus menunggu seseorang memiliki kemampuan yang besar.

Sebab, kata dia, kebaikan dapat dimulai dari keikhlasan dan kebersamaan.

Ia menegaskan BAZNAS Kabupaten Tuban pun memastikan amanah tersebut akan dijalankan dengan sebaik-baiknya, sehingga donasi dapat disalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Kata Ketua TVK

Sementara itu, Ketua TVK Sukirno menyadari bahwa donasi yang dikumpulkan komunitasnya mungkin tidak besar.

Baca juga: UNAIR Berduka, Dosen dan Sosok Aktivis 98 Sekaligus Intelektual Demokrasi, Airlangga Pribadi Berpulang

Namun, ada harapan besar yang dititipkan bersama uang tersebut.

“Kami menyadari bahwa nilai donasi yang kami kumpulkan mungkin tidak besar. Namun, kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk kepedulian kami terhadap saudara-saudara di Nusa Tenggara Timur,” ungkap Sukirno.

Harapan itu sederhana, ia menyampaikan semoga kebaikan kecil dari Tuban dapat menjadi penguat bagi mereka yang sedang berjuang bangkit.

Sebab dalam situasi bencana, manusia tidak hanya membutuhkan bantuan berupa materi.

Mereka juga membutuhkan keyakinan bahwa masih ada tangan-tangan yang bersedia menggenggam, masih ada hati yang mau peduli, dan masih ada saudara yang bersedia datang meski dipisahkan jarak.

Lebih lanjut,  bagi komunitas tersebut bahwa Tuban dan NTT mungkin terbentang jauh. Tetapi jarak tidak pernah benar-benar mampu memisahkan kepedulian.

Hari itu, suara Vespa dari Tuban seolah tidak hanya terdengar di jalanan.

Ia menjelma menjadi pesan kemanusiaan yang melintasi pulau dan laut, bahwa ketika saudara sedang berduka, kita tidak boleh memilih diam.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru