Dari Robotika Hingga Drama Bahasa Inggris, Expo Madrasah Jatim Bukti Santri Bisa Menginspirasi Dunia

Reporter : Saputra
Kakanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar meninjau stand expo. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO – Stigma lama tentang madrasah dibantah lewat karya. Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menggelar EXPO Madrasah Jawa Timur 2026 di Aula Al Ikhlas II Kanwil Kemenag Jatim, Selasa (01/09/2026).

Mengusung tema “Dari Madrasah Lahir Karya, Menginspirasi Dunia”, expo ini menjadi etalase kreativitas, inovasi, dan prestasi siswa madrasah dari seluruh kabupaten/kota di Jatim.

Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar menegaskan, madrasah punya kapasitas bersaing di era modern.

"Tidak ada ceritanya madrasah itu kampungan," tegas Akhmad Sruji saat membuka acara.

Bukti nyata terlihat dari 38 stand pameran yang menampilkan karya terbaik jenjang RA, MI, MTs, dan MA. Mulai dari robotika, sains, Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), animasi, multimedia, batik, kerajinan, hingga kewirausahaan. 

Ada juga Mini Drama Competition berbahasa Inggris yang diikuti 547 kelompok dan Festival Hadrah Al-Banjari dengan 78 peserta. Sebanyak 30 kelompok drama terbaik melaju ke babak final.

"Kita ingin menghapus stigma bahwa madrasah itu kampungan. Coba kita lihat apa yang dipamerkan hari ini. Ada robotik. Kemudian ada Mini Drama Competition berbahasa Inggris," ujarnya.

Kakanwil Akhmad Sruji berharap expo tidak hanya jadi acara internal. Ke depan ia mendorong digelar di ruang publik agar masyarakat luas bisa melihat langsung keunggulan madrasah.

"Al-khairu idza dzahara intasyara — kebaikan apabila ditampakkan, maka akan menyebar," tuturnya.

Ia juga menekankan expo harus jadi jembatan antara madrasah dan orang tua. Prestasi siswa tak cukup ditunjukkan lewat rapor.

"Tunjukkan karya seni mereka, kompetensi akademiknya, kreativitasnya, dan prestasinya," pesannya.

Kakanwil meminta siswa dilibatkan penuh mulai merancang, menata, hingga mempresentasikan karya. 

"Guru tetap mendampingi, tetapi anak-anak harus menjadi aktor utamanya. Itulah proses pendidikan yang sesungguhnya," tegasnya.

Dalam kesempatan yang sama diluncurkan aplikasi "Si Presma" - Sistem Informasi Prestasi Madrasah Jawa Timur, serta 3 buku panduan: Madrasah Unggul, Gema Berbaris, dan Inovasi Menggapai Prestasi.

"Expo diikuti madrasah se-Jatim," kata Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Jatim Sugiyo. 

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru