Program Makan Bergizi Gratis Pemerintah

Diare Massal Serang SMAN 1 Lasem Rembang, Ratusan Siswa Dipulangkan

Reporter : Redaksi
Siswa SMAN 1 Lasem saat mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Lasem. (Istimewa)

Rembang, MEMANGGIL.CO - Aktivitas belajar mengajar di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, mendadak terhenti setelah ratusan siswa dan guru mengalami diare serta keluhan sakit perut secara bersamaan pada Kamis (3/9/2026) pagi.

Kondisi tersebut membuat sekolah mengambil keputusan untuk memulangkan para siswa setelah jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan mencapai ratusan orang.

Baca juga: Begini Kondisi Siswa MAN 2 Rembang yang Dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, mengatakan gejala mulai terlihat sekitar pukul 09.00 WIB ketika siswa dan guru mulai mengeluhkan mual serta diare.

Pihak sekolah kemudian meminta seluruh kelas melakukan pendataan terhadap siswa yang mengalami keluhan kesehatan tersebut.

“Akhirnya saya menyuruh agar tiap kelas didata yang mengalami diare itu. Setelah didata ada 20-31 orang dalam satu kelas. Sampai 33 kelas itu total 725 anak yang diare dan guru ada 25 orang,” ujar Juhartutik.

Jumlah tersebut disebut berasal dari total 1.174 siswa dan 95 guru yang berada di SMAN 1 Lasem.

Setelah mengetahui jumlah siswa yang mengalami keluhan cukup besar, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan Puskesmas Lasem untuk mendapatkan penanganan serta melakukan konsultasi dengan Cabang Dinas Pendidikan.

“Setelah itu saya kemudian laporan ke Puskesmas Lasem untuk penanganan darurat dan konsultasi ke Cabdin (Cabang Dinas), akhirnya murid kami pulangkan,” katanya.

Keputusan memulangkan siswa juga dipengaruhi kondisi fasilitas sanitasi sekolah yang tidak mampu menampung antrean warga sekolah yang membutuhkan toilet secara bersamaan.

Juhartutik mengatakan dua titik toilet sedang dalam proses renovasi sehingga kapasitas yang dapat digunakan menjadi terbatas.

“Antrean di WC sangat sesak karena dua WC kami direnovasi. Karena keterbatasan WC ini sehingga akhirnya saya mohon izin ke Cabang Dinas untuk memulangkan anak,” ungkapnya.

Menurutnya, fasilitas toilet yang tersedia saat kondisi normal mampu menampung sekitar 40 orang, namun karena dua titik sedang direnovasi kapasitasnya tinggal sekitar 30 orang.

Dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari seribu orang, antrean panjang tidak terhindarkan ketika ratusan siswa mengalami diare dalam waktu hampir bersamaan.

“Daya tampung WC kami itu ada 40-an karena ada dua titik yang direnov jadi hanya 30-an sedangkan jumlah siswa kami 1.174, 700 sekiannya antre kan juga krodit. Saya nggak tega lihat anak-anak. Karena memang nggak mungkin, KBM juga tidak kondusif,” tutur Juhartutik.

Sekolah menduga kejadian tersebut berkaitan dengan makanan bergizi gratis (MBG) yang dikonsumsi warga sekolah sehari sebelumnya.

Menu MBG pada Rabu (2/9/2026) terdiri atas ayam bakar, nasi putih, mendoan dan buah semangka.

“Sepertinya (gegara) MBG kemarin. Jadi gini ada tim yang mencicipi kan, ada satu itu menemukan yang berlendir, ada satu itu baik. Dan yang berlendir ini sudah disisihkan,” jelasnya.

Baca juga: 271 Siswa MAN 2 Rembang Mengeluh Mual hingga Diare, 26 Dilarikan ke Puskesmas Usai Santap MBG

Juhartutik menyebut makanan yang ditemukan berlendir tersebut merupakan menu ayam bakar.

Pihak sekolah juga telah meminta klarifikasi kepada penyedia MBG mengenai waktu proses memasak dan waktu makanan dikonsumsi oleh siswa.

“Itu kan menunya ayam bakar. Saya klarifikasi ke SPPG itu masaknya jam 3 pagi dinihari, sementara anak-anak itu konsumsinya jam 12,” ujarnya.

Meski dugaan mengarah pada MBG, penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut belum dapat dipastikan.

Penelusuran juga dilakukan di Puskesmas Lasem untuk melihat kondisi warga sekolah yang mendapatkan pelayanan medis.

Kepala Puskesmas Lasem dr Joko Paryanto mengatakan hingga sekitar pukul 12.10 WIB terdapat 18 warga SMAN 1 Lasem yang menjalani penanganan dengan keluhan diare, mual dan mulas.

Dari jumlah tersebut, lima merupakan guru dan 13 lainnya siswa.

“Mereka ini kebanyakan mengeluhkan sakit perut, diare, mual mules. Lima guru sudah pulang semua. Sementara ranap 3, lainnya masih observasi dan nanti sudah boleh pulang,” kata Joko.

Joko menegaskan pihaknya belum dapat memastikan apakah keluhan tersebut disebabkan oleh konsumsi MBG.

Baca juga: 725 Siswa dan 25 Guru SMAN 1 Lasem Rembang Terserang Diare, KBM Dihentikan

“Kami belum bisa menyimpulkan apakah gara-gara mengonsumsi MBG atau tidak. Karena hari ini banyak juga pasien diare yang lain,” jelasnya.

Di tengah penanganan tersebut, Komisi IV DPRD Rembang turut mendatangi Puskesmas Lasem untuk meninjau kondisi warga sekolah yang mendapatkan perawatan.

Ketua Komisi IV DPRD Rembang Muhammad Rofi’i mengatakan pihaknya memperoleh informasi mengenai adanya ratusan siswa yang mengalami diare dan kemudian melakukan pengecekan langsung.

“Tadi dapat kabar, infonya ada ratusan siswa diare gara-gara keracunan MBG. Terus kami ke sini, ternyata dari komunikasi dengan Kepala Puskesmas Lasem tadi, hingga saat ini ada 18 pasien yang sempat dirawat di Puskesmas,” ujarnya.

Dari 18 pasien tersebut, 15 telah diperbolehkan pulang dan tiga lainnya masih menjalani perawatan.

“Terkait dugaan penyebab yang sebenarnya, apakah gara-gara MBG atau tidak kita masih menunggu penelusuran dari pihak Dinkes,” imbuh Rofi’i.

Hingga Kamis siang, penyebab pasti diare massal yang dialami warga SMAN 1 Lasem masih dalam penelusuran dan menunggu pemeriksaan lebih lanjut dari instansi terkait.

 

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru