Jombang, MEMANGGIL.CO - Kepolisian mulai menelusuri dugaan gangguan kesehatan yang dialami ratusan warga SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG).
Sebanyak 256 siswa dan guru tercatat mengalami keluhan kesehatan setelah menerima MBG pada Rabu (2/9/2026), dengan gejala yang dilaporkan berupa mual, muntah hingga diare.
Baca juga: Korban Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang Jadi 259 Orang, 3 Masih Dirawat
Kapolsek Kabuh AKP Muhammad Yogie Pratama mengatakan, kepolisian telah melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan dan mulai menyiapkan langkah pendalaman.
Polisi akan meminta keterangan dari sejumlah pihak yang berkaitan dengan distribusi maupun penerimaan makanan, termasuk pihak sekolah dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke SMPN 1 Kabuh.
“Kami akan menggali informasi lebih dalam dengan menggandeng pihak sekolah, dan juga menggali informasi dari kepala dapur SPPG,” ujar Yogie, Jumat (4/9/2026).
Menurutnya, pendataan terhadap warga sekolah yang mengalami keluhan masih dilakukan untuk memastikan jumlah serta kondisi masing-masing penerima manfaat.
Sebagian siswa telah mendapatkan penanganan medis melalui observasi maupun perawatan di rumah sakit, sementara sejumlah siswa yang kondisinya membaik sudah diperbolehkan pulang.
Kepolisian belum menarik kesimpulan mengenai penyebab gangguan kesehatan tersebut, termasuk memastikan apakah keluhan yang muncul berkaitan langsung dengan makanan MBG.
Yogie mengatakan proses pengumpulan informasi masih berjalan sehingga dugaan keracunan makanan belum dapat dipastikan.
Selain kondisi para siswa, polisi juga akan memeriksa alur distribusi makanan dari SPPG menuju penerima manfaat.
Penelusuran tersebut dilakukan untuk mengetahui berapa jumlah penerima manfaat dari SPPG terkait serta memastikan apakah terdapat penerima manfaat lain yang mengalami keluhan serupa.
“Untuk informasi sementara, baru di SMPN 1 Kabuh saja kejadian ini. Kami masih menggali informasi berapa penerima manfaat dari SPPG terkait dan jalur distribusinya ke mana saja,” katanya.
Dari informasi awal yang dikantongi kepolisian, makanan MBG yang dikonsumsi warga SMPN 1 Kabuh pada Rabu terdiri atas nasi putih, udang saus Padang, tahu susu, tumis wortel dan sawi, brokoli serta pepaya.
Keluhan kesehatan baru diketahui secara resmi oleh pihak sekolah dan kepolisian pada Kamis (3/9/2026) pagi.
Baca juga: 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Mengeluh Usai Santap MBG, SPPG Soroti Menu Udang
“Mereka mengalami mual, muntah ataupun diare. Namun, pihak sekolah maupun kami dari kepolisian baru diberi informasi pada Kamis (3/9/2026) pagi,” ungkap Yogie.
Di tengah proses penelusuran tersebut, pihak SPPG menyatakan siap bertanggung jawab terhadap biaya pengobatan siswa yang mengalami gangguan kesehatan.
Pemilik SPPG Brumbung, Desa Mangunan, Kecamatan Kabuh, Sumadi, mengatakan biaya pengobatan akan ditanggung sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
“Yang jelas biaya pengobatannya akan kita tanggung sembari menunggu hasil laboratorium dari Dinkes Jombang, apakah penyebabnya menu MBG atau yang lainnya,” ujar Sumadi.
Sementara itu, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jombang juga melakukan langkah pemeriksaan terhadap dapur SPPG yang memasok makanan MBG ke SMPN 1 Kabuh.
Dinkes Jombang berencana mengevaluasi kembali Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) milik dapur SPPG untuk memastikan seluruh standar higiene dan sanitasi telah diterapkan sesuai ketentuan.
Kepala Dinkes Jombang dr Hexa mengatakan evaluasi diperlukan untuk memastikan prosedur operasional di dapur SPPG berjalan sebagaimana standar yang ditetapkan.
Baca juga: DPRD Jombang Desak Investigasi Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh
“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” kata Hexa, Kamis (3/9/2026).
Tak hanya melakukan evaluasi administrasi dan standar higiene, petugas juga mengambil sejumlah sampel dari dapur SPPG untuk diperiksa di laboratorium.
Sampel yang dibawa antara lain sayuran, udang berbumbu saus Padang, nasi dan pepaya, termasuk sampel air yang digunakan di dapur SPPG.
“Airnya juga, karena kemarin ternyata mengambil air dari isi ulang tetangga sebelah,” ujarnya.
Seluruh sampel tersebut kemudian dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai kemungkinan sumber gangguan kesehatan yang dialami warga SMPN 1 Kabuh sekaligus menjadi bahan bagi kepolisian dan instansi terkait dalam menentukan langkah selanjutnya.
Editor : Ahmad Adirin