Jombang, MEMANGGIL.CO - Kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Kabupaten Jombang, terus berkembang. Hingga Jumat (4/9/2026) pagi, jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan kesehatan tercatat mencapai 259 orang.
Angka tersebut bertambah tiga orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 256 warga sekolah mengalami keluhan setelah menyantap MBG.
Baca juga: Diduga Keracunan, 104 Siswa SMAN 1 Tunjungan Blora Jatuh Sakit Usai Santap MBG
Dari total tersebut, sebanyak 10 orang sempat menjalani rawat inap. Namun, tujuh pasien dinyatakan membaik dan diperbolehkan pulang pada Jumat pagi.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang, dr. Hexawan Tjahja Widjaja, mengatakan tiga pasien lainnya masih menjalani perawatan karena keluhan kesehatan belum sepenuhnya reda.
“Yang kemarin ada tambahan lagi yang opname kemarin sore, masuk lagi tiga. Sehingga yang opname jadi 10,” ujar Hexawan, Jumat (4/9/2026).
Sebelum diperbolehkan pulang, para pasien mendapatkan observasi serta tambahan cairan untuk mengatasi kondisi lemas akibat kehilangan cairan.
Hexawan mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter pada Jumat pagi, tujuh pasien dinilai sudah cukup membaik untuk melanjutkan pemulihan di rumah.
“Tadi pagi sudah dilakukan visitasi sama dokternya, tujuh boleh pulang,” katanya.
Sementara tiga pasien yang masih dirawat hingga Jumat pagi masih mengalami keluhan berupa diare yang cukup sering dan mual.
“Masih diare sekali dan kemudian masih mual-mual saja,” jelas Hexawan.
Dinkes Jombang juga mengingatkan bahwa angka 259 tersebut masih bersifat dinamis karena proses pendataan terhadap warga sekolah terus berlangsung.
Menurut Hexawan, sebagian warga sekolah memilih mendapatkan pengobatan secara mandiri sehingga tidak seluruhnya langsung tercatat dalam data fasilitas pelayanan kesehatan.
“Data itu bergerak terus. Kemarin waktu kita ngomong 256, ternyata sore ada laporan lagi yang masuk di Ploso untuk rawat jalan, kemudian yang opname di Kabuh tambah tiga,” ujarnya.
Dari data sebelumnya, sebanyak 175 warga sekolah diketahui memilih menjalani pengobatan secara mandiri berdasarkan pendataan pihak sekolah, sementara sebagian lainnya memperoleh pelayanan rawat jalan di puskesmas maupun klinik.
Di tengah bertambahnya jumlah warga sekolah yang mengalami keluhan, Dinkes Jombang masih melakukan penelusuran untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Baca juga: Polisi Telusuri Sumber Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang
Petugas telah mengambil sampel makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok MBG ke SMPN 1 Kabuh untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Sampel yang diperiksa meliputi nasi, sayuran, udang berbumbu saus Padang dan pepaya. Sampel air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan juga turut diambil.
Dinkes juga menelusuri kemungkinan adanya perbedaan batch atau waktu memasak makanan yang diterima warga sekolah.
Hingga kini, keluhan kesehatan yang terindikasi berkaitan dengan kejadian tersebut masih terkonsentrasi di SMPN 1 Kabuh.
“Untuk saat ini yang terindikasi ke SMP Negeri 1 Kabuh,” kata Hexawan.
Dengan demikian, dugaan keracunan MBG tersebut belum dapat dinyatakan memiliki penyebab pasti karena hasil pemeriksaan laboratorium masih ditunggu.
Selain pemeriksaan sampel, Dinkes Jombang juga kembali mengevaluasi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dapur SPPG yang memasok makanan ke SMPN 1 Kabuh.
Baca juga: 256 Siswa dan Guru SMPN 1 Kabuh Mengeluh Usai Santap MBG, SPPG Soroti Menu Udang
Evaluasi dilakukan untuk memastikan penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG telah berjalan sesuai prosedur.
“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexawan sebelumnya.
Seluruh sampel makanan dan air tersebut dikirim ke BLK Surabaya untuk menjalani pemeriksaan laboratorium.
Sementara mengenai kemungkinan penghentian sementara atau suspend terhadap SPPG pemasok MBG, Hexawan menegaskan keputusan tersebut bukan berada di tangan Dinkes Jombang.
“Suspend itu hak sepenuhnya pihak BGN, bukan Dinas Kesehatan,” tegasnya.
Hingga Jumat pagi, sebanyak 259 warga SMPN 1 Kabuh tercatat mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap MBG, dengan tiga orang masih menjalani perawatan dan tujuh pasien lainnya telah diperbolehkan pulang.
Hasil laboratorium nantinya menjadi salah satu penentu penting untuk mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan sekaligus menjadi dasar evaluasi terhadap penyediaan MBG di SPPG terkait.
Editor : Ahmad Adirin