Setahun Jadi Misteri, Mozza Ternyata Dibunuh Teman Dekat, Pelaku Ditangkap di Blora

Reporter : Redaksi
Mozza Axillia Gunarsa, warga Kabupaten Semarang yang hilang. (Istimewa)

Semarang, MEMANGGIL.CO - Misteri hilangnya Mozza Axillia Gunarsa, remaja asal Kabupaten Semarang, akhirnya menemukan titik terang setelah polisi mengungkap adanya kasus pembunuhan di balik hilangnya korban sejak Juni 2025.

Polisi menangkap seorang pria berinisial MDVA (22), yang disebut sebagai teman dekat Mozza, di wilayah Kabupaten Blora pada Kamis (3/9/2026) malam.

Baca juga: Bupati Blora Dorong Revitalisasi Pasar Plaza Cepu, Beras Organik Dibidik Tembus Pasar Nasional

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari petunjuk yang ditemukan polisi beberapa pekan terakhir.

“Petunjuk baru,” kata Bodia, dikutip Jumat (4/9/2026).

Petunjuk itu berasal dari perangkat elektronik milik orang tua Mozza yang masih terhubung dengan akun media sosial korban.

“Ada chat Instagram,” ujarnya.

Dari percakapan tersebut, penyidik menemukan komunikasi antara Mozza dengan seseorang yang diduga menjadi orang terakhir berinteraksi dengan korban sebelum dinyatakan hilang.

“Interaksi terakhir,” kata Bodia.

Polisi kemudian menelusuri identitas orang tersebut hingga mengarah ke sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kota Semarang.

Penyidik meminta keterangan pemilik kos dan sejumlah penghuni untuk mendapatkan informasi mengenai pria yang dicari.

“Dari situ kita telusuri,” ujar Bodia.

Hasil penyelidikan kemudian mengarah kepada pria berinisial MDVA. Polisi selanjutnya mendalami keberadaan pria tersebut hingga diketahui berada di Kabupaten Blora.

“Merupakan warga Blora,” katanya.

Penyidik bergerak ke Blora pada 2 dan 3 September 2026. Pada Kamis malam, polisi akhirnya mengamankan MDVA tanpa perlawanan.

“Kita amankan terduga,” ujar Bodia.

Dari pemeriksaan awal, polisi mendapatkan pengakuan bahwa Mozza telah menjadi korban pembunuhan. Peristiwa itu disebut terjadi pada 25 Juni 2025, atau beberapa hari sebelum keluarga melaporkan Mozza hilang.

“Dia mengakui,” kata Bodia.

Polisi kemudian membawa pelaku untuk menunjukkan lokasi pembuangan jasad korban. Lokasi yang ditunjukkan berada di kawasan jurang atau lereng Tol Jangli, Kota Semarang.

“Menunjukkan lokasi,” ujarnya.

Karena kondisi lokasi yang curam dan minim penerangan pada malam hari, proses evakuasi tidak langsung dilakukan.

“Visibilitas minim,” kata Bodia.

Baca juga: Warga Klokah Blora Krisis Air Bersih, Kejati Jateng Kirim 20 Tangki Bantuan

Evakuasi baru dilakukan pada Jumat (4/9/2026). Polisi menemukan kerangka manusia di lokasi yang ditunjukkan pelaku.

“Ditemukan kerangka,” ujarnya.

Kerangka tersebut kemudian dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RS Bhayangkara. Sejumlah barang yang ditemukan di sekitar lokasi juga menjadi bagian dari penyelidikan.

Temuan kerangka itu semakin menguatkan dugaan bahwa pencarian Mozza selama lebih dari satu tahun berakhir di kawasan Jangli.

Sebelumnya, Kasat Res PPA-PPO Polrestabes Semarang Kompol Ni Made Sriniti menyebut terdapat sejumlah kesesuaian antara kerangka yang ditemukan dengan ciri-ciri Mozza.

“Pakaiannya sesuai,” kata Sriniti.

“tinggi badannya juga sesuai,” lanjutnya.

Namun polisi belum menjadikan kecocokan tersebut sebagai kepastian identitas korban. Pemeriksaan DNA tetap dilakukan untuk memastikan secara ilmiah apakah kerangka tersebut benar Mozza.

“Masih DNA,” ujar Sriniti.

Di sisi lain, orang tua Mozza juga mengenali sejumlah ciri pada kerangka yang ditemukan. Di antaranya berkaitan dengan kondisi gigi dan barang yang ditemukan di sekitar lokasi.

Meski demikian, polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan forensik sebelum menyatakan identitas korban secara resmi.

Baca juga: Tembakau Jadi Andalan Pertanian Blora, 3.000 Hektare Digarap 10.600 Petani

Kasus ini bermula ketika Mozza yang saat itu masih remaja berpamitan dari rumah pada 25 Juni 2025. Kepada keluarganya, Mozza disebut hendak mengantar temannya untuk mengembalikan sebuah laptop di kawasan dekat Kodam.

“Pamit baik-baik,” kata ayah Mozza, Singgih, saat kasus tersebut masih menjadi pencarian.

Setelah meninggalkan rumah, Mozza tidak kembali. Keluarga kemudian melaporkan hilangnya remaja tersebut kepada kepolisian.

Selama berbulan-bulan, keberadaan Mozza tidak diketahui. Petunjuk mengenai keberadaannya juga belum memberikan hasil hingga polisi menemukan perkembangan baru dari perangkat elektronik milik keluarganya.

Kini, penyelidikan memasuki tahap berbeda. Polisi tidak hanya berupaya memastikan identitas kerangka, tetapi juga mendalami motif serta rangkaian peristiwa yang menyebabkan Mozza diduga menjadi korban pembunuhan.

Bodia menyebut MDVA merupakan teman dekat Mozza. Namun, polisi belum membeberkan secara rinci bagaimana hubungan keduanya maupun motif pembunuhan karena hal tersebut masih menjadi bagian dari materi penyidikan.

“Teman dekat,” ujar Bodia.

Untuk sementara, perkara tersebut juga diarahkan untuk ditangani Polrestabes Semarang karena lokasi penemuan jasad berada di wilayah Kota Semarang.

Pengungkapan kasus ini menjadi titik balik setelah lebih dari satu tahun keluarga menunggu kepastian mengenai keberadaan Mozza.

Namun, kepastian akhir mengenai identitas korban dan seluruh rangkaian pembunuhan masih menunggu proses penyidikan serta pemeriksaan forensik.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru