209 Siswa Masih Sakit, Dugaan Keracunan MBG di Lasem Belum Tuntas

Reporter : Miftachussolichin
Tampak 2 siswi SMAN 1 Lasem tengah berjalan di sekolah usai kejadian diare massal pada Kamis (3/9/2026)

Rembang, MEMANGGGIL.CO- Dugaan keracunan makanan di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, belum sepenuhnya berakhir. Sehari setelah 752 siswa mengalami keluhan kesehatan usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 209 siswa masih izin tidak masuk sekolah karena sakit pada Jumat (4/9/2026).

Jumlah siswa yang tidak masuk memang turun signifikan dari 752 menjadi 209 orang. Namun, keluhan kesehatan belum sepenuhnya hilang. Sejumlah siswa yang tetap masuk sekolah masih mengalami sakit perut dan diare, bahkan beberapa di antaranya harus berulang kali ke toilet saat mengikuti pembelajaran.

Kepala SMAN 1 Lasem, Juhartutik, membenarkan masih adanya siswa yang mengalami keluhan. Menurut dia, sekolah masih memantau kondisi siswa yang sakit dan menyediakan obat bagi mereka yang tetap mengikuti kegiatan belajar.

"Untuk hari ini anak-anak yang izin sakit masih 209, kemarin 752. Alhamdulillah sudah banyak yang membaik dan sudah mengikuti kegiatan pembelajaran," kata Juhartutik, Jumat (4/9/2026).

Di tengah belum tuntasnya keluhan kesehatan siswa, makanan MBG tidak kembali dikirim ke SMAN 1 Lasem pada Jumat. Sekolah telah berkomunikasi dengan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memasok makanan tersebut. Sekolah juga mulai meminta tanggapan siswa dan guru mengenai apakah program MBG akan dilanjutkan, dengan hasil yang masih menunggu seluruh responden mengisi survei.

Sementara itu, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada ratusan siswa belum disebutkan. Polres Rembang, Dinas Kesehatan Rembang, dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melalui Loka POM Grobogan turun melakukan penanganan dan pemantauan di SMAN 1 Lasem pada Jumat.

Kasus ini terjadi setelah siswa mengonsumsi makanan MBG pada Kamis (3/9/2026). Dari total 1.174 siswa, sebanyak 752 siswa dilaporkan mengalami keluhan secara bersamaan, termasuk diare dan muntah-muntah. Penurunan jumlah siswa yang sakit menjadi 209 orang menunjukkan kondisi sebagian siswa membaik, tetapi masih adanya keluhan dan penghentian pengiriman MBG membuat persoalan tersebut belum dapat dianggap selesai.

Editor : B. Wibowo

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru