Karhutla Dekat Gerbang Tol Cimalaka Sumedang, Prajurit Yonif 301/Pks Turun Padamkan Api

Reporter : Husni Nursyaf
Personel Batalyon Infanteri 301/Pks membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di lahan di samping Gerbang Tol Cimalaka, Kab.Sumedang, Sabtu (5/9/2026).

Sumedang, MEMANGGIL.CO - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di sekitar kawasan Gerbang Tol Cimalaka, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (5/9/2026). Kobaran api yang muncul di lahan di sisi gerbang tol langsung mendapat penanganan setelah personel Batalyon Infanteri (Yonif) 301/Pks dikerahkan ke lokasi.

Informasi mengenai adanya titik api menjadi dasar bagi personel Yonif 301/Pks untuk bergerak membantu proses penanganan. Prajurit kemudian berkoordinasi dengan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kewilayahan Sumedang guna mempercepat pemadaman dan mencegah api menjalar ke area lain.

Setibanya di lokasi, personel Yonif 301/Pks bersama petugas Damkar langsung melakukan upaya pemadaman terhadap bagian lahan yang terbakar. Penanganan tidak hanya difokuskan pada kobaran api yang terlihat, tetapi juga menyasar sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena titik yang masih panas dapat kembali memunculkan api apabila tidak dilakukan proses pendinginan secara menyeluruh. Karena itu, tim gabungan melanjutkan penanganan dengan melakukan penyisiran dan pendinginan di sekitar area terdampak.

Langkah cepat dilakukan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran. Terlebih, kebakaran lahan di tengah kondisi cuaca kering berpotensi berkembang apabila api tidak segera dikendalikan.

Keterlibatan prajurit Yonif 301/Pks dalam penanganan Karhutla tersebut juga menjadi bagian dari dukungan TNI terhadap upaya pemerintah daerah dan instansi terkait dalam menghadapi potensi bencana. Personel di lapangan bekerja bersama petugas Damkar dengan mengutamakan percepatan penanganan agar api tidak meluas.

Danyonif 301/Pks Letkol Inf Arie Tetuko mengatakan pengerahan personel merupakan bentuk kepedulian dan kesiapsiagaan satuannya dalam membantu masyarakat. Menurutnya, penanganan kebakaran membutuhkan koordinasi lintas instansi agar potensi dampak yang lebih luas dapat ditekan.

“Kami mengerahkan personel untuk membantu Damkar kewilayahan Sumedang dalam proses pemadaman Karhutla. Ini merupakan wujud kepedulian dan kesiapsiagaan Yonif 301/Pks dalam membantu masyarakat, sekaligus sebagai bentuk sinergi TNI dengan instansi terkait dalam menghadapi bencana,” ujar Letkol Arie Tetuko.

Menurutnya, keberadaan personel di lokasi bukan hanya berkaitan dengan proses pemadaman. Prajurit juga membantu memastikan area yang sebelumnya terbakar benar-benar dalam kondisi aman sehingga kemungkinan munculnya kembali titik api dapat diminimalkan.

Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, proses penanganan dilanjutkan dengan pendinginan. Tahapan ini penting untuk memastikan bara maupun sumber panas yang masih berada di permukaan lahan tidak kembali memicu kebakaran.

Petugas dan personel gabungan juga melakukan pengecekan terhadap sejumlah bagian lahan yang sebelumnya terdampak api. Asap yang masih terlihat menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan sebelum lokasi dinyatakan benar-benar aman.

Kerja sama antara Yonif 301/Pks dan Damkar kewilayahan Sumedang menjadi bagian penting dalam mempercepat penanganan Karhutla di sekitar Gerbang Tol Cimalaka. Sinergi tersebut memungkinkan respons terhadap informasi titik api dilakukan secara cepat sekaligus mengurangi potensi kebakaran berkembang ke kawasan yang lebih luas.

Di sisi lain, kejadian tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat mengenai pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan. Kondisi lingkungan yang kering dapat membuat api lebih mudah menyebar, terutama apabila terdapat material yang mudah terbakar di sekitar lokasi.

Letkol Inf Arie Tetuko juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan. Masyarakat diminta lebih berhati-hati ketika beraktivitas di area terbuka, terutama saat kondisi cuaca relatif kering.

Selain mencegah aktivitas yang dapat memicu api, masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan titik asap atau api. Laporan sedini mungkin dapat membantu petugas melakukan penanganan sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.

Kecepatan respons menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi Karhutla. Titik api yang terlihat kecil tetap perlu mendapatkan perhatian karena dapat berkembang dengan cepat apabila kondisi lingkungan mendukung.

Penanganan Karhutla di samping Gerbang Tol Cimalaka tersebut akhirnya dapat dikendalikan melalui kerja sama personel Yonif 301/Pks dan Damkar kewilayahan Sumedang. Setelah pemadaman, pendinginan dilakukan untuk memastikan tidak terdapat lagi titik api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.

Keterlibatan Yonif 301/Pks sekaligus menunjukkan kesiapsiagaan prajurit dalam membantu penanganan kejadian yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat. Sinergi bersama Damkar dan instansi terkait menjadi bagian dari upaya memperkuat respons terhadap potensi bencana di wilayah Kabupaten Sumedang.

Peristiwa Karhutla di dekat Gerbang Tol Cimalaka juga menjadi momentum untuk kembali mengingatkan pentingnya pencegahan. Upaya menjaga lingkungan dari aktivitas yang dapat memicu kebakaran dinilai sama pentingnya dengan tindakan pemadaman ketika titik api sudah muncul.

Dengan kewaspadaan masyarakat dan respons cepat petugas di lapangan, risiko kebakaran meluas dapat ditekan. Kolaborasi antara TNI, Damkar, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus diperkuat untuk menghadapi potensi Karhutla, khususnya selama periode cuaca kering.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru