Rumah Kosong di Gunung Anyar Surabaya Dibobol, Velg Range Rover hingga Sparepart BMW Raib

Reporter : Saputra
Korban Mirna menunjukkan kompresor kulkas yang ikut digasak pencuri. (Saputra/Memanggil.co)

Surabaya, MEMANGGIL.CO - Rumah kosong di Jalan Gunung Anyar Tambak IV, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, menjadi sasaran pencurian. Pelaku diduga masuk melalui bagian atap setelah menjebol plafon rumah dan menggasak berbagai barang bernilai puluhan juta rupiah.

Aksi pencurian tersebut baru diketahui pemilik rumah, Mirna Aprilia Churaini, ketika dirinya datang untuk mengecek sekaligus mencatat meteran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Setibanya di lokasi, Mirna mendapati pintu rumah dalam kondisi terbuka dan bagian dalam rumah sudah berantakan.

“Waktu saya datang ternyata pintunya sudah kebuka. Terus saya masuk lagi ke dalam ternyata sudah kacau di dalam,” terang Mirna, Senin (7/9/2026).

Setelah memeriksa isi rumah, Mirna baru menyadari sejumlah barang berharga telah hilang. Barang yang dibawa pelaku antara lain satu set velg mobil Range Rover Evoque orisinal dan sejumlah sparepart BMW M3 orisinal, termasuk shockbreaker.

Pelaku juga membawa dua unit indoor dan outdoor AC, kompresor kulkas, seluruh stop kontak listrik, meteran PDAM hingga sebuah laptop. Sementara sejumlah barang berukuran besar yang masih tersisa di dalam rumah hanya kulkas dan kompor tanam.

Mirna memperkirakan total kerugian akibat pencurian tersebut mencapai lebih dari Rp50 juta. Namun, ia mengaku belum menghitung secara rinci nilai seluruh barang yang hilang.

“Kerugian bisa lebih dari Rp 50 juta. Saya enggak hitung angka pastinya berapa,” ujarnya.

Plafon Jebol, Tangga Ditinggalkan

Dari pemeriksaan awal di lokasi, Mirna menduga pelaku tidak masuk melalui pintu depan rumah. Dugaan tersebut muncul setelah ditemukan bagian plafon yang jebol dan sejumlah tanda yang mengarah pada akses masuk dari bagian atas bangunan.

Sebuah tangga kayu juga ditemukan tertinggal di dalam atau sekitar lokasi rumah. Selain itu, pagar rumah disebut sempat ditutup menggunakan kain yang diduga untuk menghalangi pandangan warga dari aktivitas di dalam area rumah.

“Kayaknya dari atas karena dari atas itu sudah dijebol. Pelakunya sempat ninggalin tangga sama jebol plafon,” katanya.

Rumah tersebut memang jarang ditempati dan dalam kondisi kosong. Mirna biasanya hanya datang pada awal bulan untuk melakukan pengecekan meteran.

Terakhir kali rumah diperiksa pada Juli 2026, kondisi masih aman dan tidak ditemukan tanda-tanda pencurian. Setelah itu, Mirna berangkat menjalankan ibadah umrah pada awal Agustus sehingga rumah tersebut kembali kosong.

Rentang waktu tersebut membuat Mirna menduga pencurian kemungkinan terjadi pada Agustus. Namun, waktu pasti pelaku beraksi belum dapat dipastikan karena rumah tidak dilengkapi kamera pengawas atau CCTV.

Informasi dari warga menyebut aksi pencurian diduga berlangsung sekitar pukul 02.00 WIB. Meski demikian, informasi mengenai waktu kejadian tersebut masih berupa dugaan dan belum dapat dipastikan penyidik.

Kanit Reskrim Polsek Gunung Anyar, Ipda Gusti Agus, membenarkan adanya laporan pencurian tersebut. Polisi menerima laporan pada Senin sebelumnya sekitar pukul 11.37 WIB.

Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan petunjuk yang dapat membantu mengungkap pelaku. Sejumlah barang bukti diamankan, di antaranya gembok yang telah dipotong, tangga, puntung rokok dan jejak kaki.

Polisi kini masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui bagaimana pelaku masuk, berapa orang yang terlibat serta ke mana barang-barang hasil pencurian dibawa. Petugas juga meminta keterangan dari warga sekitar untuk menggali informasi mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar rumah.

Selain itu, polisi melakukan pengecekan terhadap rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian. Rekaman tersebut diharapkan dapat membantu mengidentifikasi pergerakan orang maupun kendaraan yang diduga berkaitan dengan pencurian.

Kasus pembobolan rumah kosong tersebut kini masih dalam proses penyelidikan Polsek Gunung Anyar. Polisi terus mengumpulkan bukti dan keterangan untuk mengungkap pelaku serta menelusuri keberadaan barang-barang milik korban yang hilang.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru