Bau Busuk Resahkan Warga Tuban, PT IMB Diminta Segera Bertanggung Jawab

Reporter : Redaksi
Sejumlah warga ketika minta klarifikasi terkait polemik bau menyengat di kantor PT IMB yang berada di Kawasan Industri Tuban. (dok, memanggil.co)

Tuban, MEMANGGIL.CO — Bau busuk yang diduga berasal dari aktivitas pengolahan di PT Indo Mina Bahari (IMB) kembali meresahkan warga di wilayah ring satu Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban.

Keluhan terkait aroma tidak sedap yang cukup menyengat tersebut telah disampaikan warga kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Socorejo dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Warga Tuban Resah Bau Menyengat, PT IMB Kini Dihadapkan Persoalan Kecelakaan Kerja

Kondisi itu membuat masyarakat merasa terganggu dan khawatir terhadap kemungkinan dampak yang ditimbulkan.

PT IMB sendiri merupakan perusahaan pengolahan dan pengemasan hasil perikanan yang berada di kawasan industri Tuban (KIT), tidak jauh dari permukiman warga.

Persoalan lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas PT IMB bukan kali pertama mencuat.

Pada awal Agustus 2024, warga juga sempat menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi terkait persoalan lingkungan yang dikaitkan dengan aktivitas perusahaan.

Atas kembali munculnya keluhan tersebut, Pemdes Socorejo meminta manajemen PT IMB segera memberikan penjelasan sekaligus mengambil langkah konkret untuk memastikan persoalan tidak terus berulang.

Kepala Desa Socorejo, Z. Arief Rahman Hakim, mengatakan pihaknya mendukung keberadaan investasi dan aktivitas industri di wilayahnya. Namun, dukungan tersebut harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Kami mendukung investasi, tetapi jangan sampai masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan industri justru harus menanggung dampaknya. Ketika terjadi gangguan yang dirasakan warga, perusahaan harus hadir, terbuka, dan bertanggung jawab. Jangan menghindari komunikasi,” kata Arief, Senin (7/9/2026).

Menurut Arief, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan bau yang dirasakan masyarakat. Hal yang tidak kalah penting adalah membangun komunikasi yang cepat dan terbuka antara perusahaan, pemerintah desa, dan warga apabila terjadi kondisi yang tidak normal di lingkungan perusahaan.

“Kalau memang terjadi kegagalan sistem, sampaikan apa yang terjadi, apa penyebabnya, apakah ada risiko bagi masyarakat, apa yang sudah dilakukan, dan bagaimana memastikan kejadian tersebut tidak terulang. Masyarakat berhak mendapatkan penjelasan,” tegasnya.

Baca juga: Sepekan Lebih Tanpa Solusi, Polemik 13 Pekerja Lokal PLN Nusantara Power Masuk Meja DPRD Tuban

Pemdes Socorejo juga meminta manajemen PT IMB memberikan klarifikasi secara resmi mengenai sumber bau, penyebab munculnya aroma tidak sedap, penanganan yang telah dilakukan, serta langkah perbaikan dan pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali mengganggu warga.

Jangan Tunggu Masyarakat Marah

Arief menegaskan, komunikasi antara perusahaan dengan pemerintah desa seharusnya dibangun sejak awal ketika muncul persoalan yang berpotensi berdampak terhadap masyarakat.

“Jangan menunggu masyarakat marah baru komunikasi dibuka. Kami lebih menginginkan penyelesaian melalui komunikasi yang baik. Tetapi kalau komunikasi diabaikan dan gangguan terhadap masyarakat terus terjadi, tentu Pemdes tidak akan tinggal diam,” ujarnya.

Dinas Lingkungan Hidup 

Pemdes Socorejo selanjutnya akan berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tuban dan pihak terkait untuk memastikan sumber serta dampak dari keluhan bau tersebut sesuai dengan kewenangan masing-masing.

Baca juga: UNAIR Berduka, Dosen dan Sosok Aktivis 98 Sekaligus Intelektual Demokrasi, Airlangga Pribadi Berpulang

Langkah tersebut, kata Arief, bukan dimaksudkan untuk menghambat kegiatan industri maupun investasi di wilayah Socorejo. Sebaliknya, pemerintah desa ingin memastikan keberadaan industri dapat memberikan manfaat tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Industri harus tumbuh, investasi harus kita jaga, tetapi masyarakat juga harus dilindungi. Bagi kami keduanya bukan pilihan yang harus dipertentangkan. Perusahaan yang baik justru tumbuh bersama dan menghormati masyarakat di sekitarnya,” katanya.

Munculnya kembali keluhan mengenai bau busuk tersebut membuat Pemdes Socorejo meminta persoalan segera mendapatkan penyelesaian. Pemerintah desa berharap manajemen PT IMB menunjukkan itikad baik dengan membuka komunikasi bersama warga dan pemerintah desa.

Sementara itu, Indra, salah satu pihak manajemen PT IMB, hingga berita ini ditulis belum memberikan respons ketika dikonfirmasi mengenai keluhan warga tersebut.

Begitu pula mengenai langkah yang telah dan akan dilakukan perusahaan untuk mengatasi bau serta mencegah agar persoalan serupa tidak kembali terjadi, belum mendapatkan jawaban dari pihak PT IMB.

Editor : Abdul Rohman

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru