Jakarta, MEMANGGIL.CO - Perubahan angka desil pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) membuat sebagian masyarakat bertanya-tanya mengenai nasib bantuan sosial yang selama ini diterima. Terlebih, ada warga yang mendapati kategori desilnya berubah ketika melakukan pengecekan data terbaru.
Perubahan tersebut kemudian memunculkan kekhawatiran bahwa kenaikan desil otomatis membuat seseorang kehilangan hak menerima bansos. Padahal, perubahan desil tidak secara otomatis berarti penerima langsung dicoret dari program bantuan sosial.
Baca juga: Bansos September 2026 Cair? Cek NIK KTP, Ada PKH, BPNT, PIP hingga BLT Kesra Rp900 Ribu
DTSEN merupakan basis data yang digunakan pemerintah untuk menggambarkan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Di dalamnya terdapat pemeringkatan atau desil yang menunjukkan posisi relatif kesejahteraan keluarga berdasarkan sejumlah indikator.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul sebelumnya menjelaskan bahwa perubahan posisi desil berkaitan dengan proses pemutakhiran dan integrasi data. Pemerintah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan stabilisasi, verifikasi dan validasi untuk meningkatkan kualitas data.
Salah satu perkembangan dalam proses pemutakhiran tersebut adalah masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN ke DTSEN Volume 3. Penambahan data dalam jumlah besar dapat memengaruhi proses pemeringkatan karena posisi desil merupakan peringkat relatif terhadap keseluruhan data.
Karena itu, seseorang bisa saja mengalami perubahan desil meskipun tidak merasa mengalami perubahan kondisi ekonomi yang signifikan. Pergeseran tersebut tidak dapat langsung dimaknai sebagai bukti bahwa kondisi ekonomi keluarga telah berubah.
Gus Ipul juga menegaskan bahwa perubahan desil bukan berarti penerima bansos secara otomatis kehilangan bantuan. Penetapan penerima tetap mengikuti kriteria, mekanisme dan periode penyaluran masing-masing program.
Dengan kata lain, warga yang mendapati desilnya berubah tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa bantuan sosialnya telah dihentikan. Status bantuan harus dilihat berdasarkan program bansos yang bersangkutan dan keputusan penetapan penerima yang berlaku.
Mengapa Angka Desil Bisa Berubah?
Desil pada DTSEN pada dasarnya merupakan sistem pemeringkatan kondisi sosial ekonomi. Posisi seseorang ditentukan secara relatif sehingga dapat mengalami perubahan ketika terdapat pembaruan, koreksi maupun penambahan data dalam basis data nasional.
Baca juga: Bansos Ditangguhkan karena Terindikasi Judol? Begini Cara Sanggah dan Klarifikasinya
Hal tersebut membuat angka desil tidak bisa dipahami sebagai angka penghasilan bulanan seseorang. Penilaian menggunakan sejumlah variabel sosial dan ekonomi untuk menggambarkan posisi relatif rumah tangga dalam pemeringkatan.
Tenaga Ahli Menteri Sosial Bidang Perencanaan dan Evaluasi Kebijakan Strategis, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa desil tidak dapat disamakan secara langsung dengan besaran pendapatan. Karena itu, perubahan desil tidak selalu berarti pendapatan seseorang naik atau turun.
Pemutakhiran DTSEN dilakukan agar data sosial ekonomi yang digunakan pemerintah semakin menggambarkan kondisi masyarakat. Data tersebut kemudian menjadi salah satu dasar dalam menentukan sasaran berbagai kebijakan perlindungan sosial.
Bagi masyarakat yang menemukan data sosial ekonominya tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, tersedia mekanisme untuk mengajukan pembaruan data. Warga dapat memanfaatkan kanal yang disediakan pemerintah melalui mekanisme yang berlaku di wilayah masing-masing.
Masyarakat juga dapat melakukan pengecekan melalui kanal resmi pemerintah. Untuk mengetahui informasi terkait bantuan sosial, pengecekan dapat dilakukan melalui layanan resmi Cek Bansos Kementerian Sosial.
Baca juga: Jangan Salah Cek! Begini Cara Melihat Desil Kemensos dan Status Penerima Bansos 2026
Sementara itu, informasi mengenai DTSEN dapat diperiksa melalui portal resmi DTSEN BPS di dtsen-form.bps.go.id.
Pengecekan tersebut penting dilakukan sebelum masyarakat mengambil kesimpulan mengenai status bantuan yang diterima. Perubahan angka desil pada DTSEN tidak dengan sendirinya menjadi keputusan pencoretan seseorang dari seluruh program bansos.
Masyarakat yang menemukan perubahan kategori juga disarankan tidak terburu-buru menyebarkan informasi bahwa perubahan desil berarti bansos dihentikan. Proses pemutakhiran, verifikasi dan validasi data masih menjadi bagian penting dalam penyempurnaan DTSEN.
Pada akhirnya, desil DTSEN bukan daftar penerima bansos. Desil merupakan pemeringkatan kondisi sosial ekonomi yang dapat berubah seiring pembaruan data, sedangkan penetapan penerima bantuan tetap mengikuti ketentuan masing-masing program pemerintah.
Editor : Redaksi