Jakarta, MEMANGGIL.CO - Manchester City mengawali perjalanan di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan penting setelah menaklukkan FC Porto 2-0 di Estadio do Dragao, Portugal, Selasa (8/9/2026) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB.
Dua gol kemenangan Manchester City seluruhnya lahir pada babak kedua dan dicetak oleh Erling Haaland, yang kembali menunjukkan ketajamannya di panggung terbesar kompetisi antarklub Eropa. Hasil Manchester City vs Porto ini sekaligus memberi tiga poin pertama bagi pasukan Enzo Maresca dalam laga pembuka Liga Champions musim ini.
Manchester City sebenarnya tidak menjalani pertandingan dengan penampilan paling dominan mereka seperti yang kerap terlihat dalam sejumlah laga sebelumnya. FC Porto mampu memberikan tekanan dan membuat pertandingan berjalan ketat, terutama pada babak pertama.
Namun, efektivitas menjadi pembeda utama. Ketika peluang datang setelah turun minum, Manchester City mampu memanfaatkannya melalui Haaland hingga akhirnya membawa pulang kemenangan 2-0 dari kandang Porto.
Haaland Pecahkan Kebuntuan Manchester City
Babak pertama berakhir tanpa gol. Manchester City memiliki sejumlah peluang, tetapi belum mampu menemukan celah untuk membongkar pertahanan Porto yang tampil agresif di hadapan pendukungnya sendiri.
Situasi berubah tidak lama setelah pertandingan memasuki babak kedua. Pada menit ke-47, Haaland membuka keunggulan Manchester City melalui sundulan setelah menerima umpan silang Enzo Fernandez.
Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Manchester City yang sebelumnya kesulitan menciptakan peluang bersih akhirnya memiliki keunggulan yang membuat Porto harus mengambil risiko lebih besar untuk mengejar ketertinggalan.
Porto kemudian berusaha meningkatkan tekanan. Namun, lini pertahanan Manchester City mampu mempertahankan keunggulan dan membuat tuan rumah kesulitan mendapatkan peluang yang benar-benar membahayakan.
Memasuki masa tambahan waktu, Manchester City justru memastikan kemenangan. Rayan Ait-Nouri menerobos hingga sisi lapangan dan mengirimkan umpan tarik yang diselesaikan Haaland ke sudut gawang untuk mengubah skor menjadi 2-0.
Gol pada menit ke-91 tersebut sekaligus mengakhiri perlawanan FC Porto. Manchester City pulang dengan kemenangan tandang dan Haaland mencatatkan namanya sebagai pencetak seluruh gol The Citizens dalam pertandingan tersebut.
Haaland Kembali Jadi Mesin Gol Manchester City
Performa Erling Haaland menjadi sorotan terbesar dalam kemenangan Manchester City atas Porto. Striker asal Norwegia itu bukan hanya mencetak dua gol, tetapi juga kembali memperlihatkan mengapa dirinya menjadi salah satu senjata paling berbahaya Manchester City di Liga Champions.
Dua gol ke gawang Porto membuat Haaland semakin dekat dengan sejumlah catatan penting dalam sejarah Manchester City dan Liga Champions. Laporan pertandingan mencatat Haaland kini telah mengoleksi 167 gol untuk Manchester City dan 59 gol dalam 59 penampilannya di Liga Champions.
Gol pertama memperlihatkan kemampuan Haaland memanfaatkan umpan dari lini tengah, sedangkan gol kedua menunjukkan ketenangannya ketika mendapatkan ruang di dalam kotak penalti.
Bagi Manchester City, ketajaman Haaland menjadi modal penting untuk menghadapi perjalanan panjang Liga Champions 2026/2027. Apalagi format kompetisi menuntut konsistensi sejak pertandingan pertama.
Kemenangan atas Porto juga memperlihatkan bahwa Manchester City tidak harus selalu tampil spektakuler untuk mendapatkan hasil maksimal. Ketika pertandingan berlangsung sulit, kualitas individu Haaland menjadi pembeda.
Debut Enzo Maresca di Liga Champions Berakhir Manis
Pertandingan melawan Porto juga memiliki arti khusus bagi Enzo Maresca. Pelatih asal Italia tersebut sedang membangun era baru Manchester City setelah mengambil alih tim dari periode sebelumnya.
Kemenangan di Estadio do Dragao membuat awal perjalanan Maresca di Liga Champions bersama Manchester City berjalan positif. Sebelumnya, City telah memulai musim domestik dengan catatan positif dan kemenangan atas Porto memperpanjang momentum tersebut.
Maresca menghadapi pertandingan yang tidak mudah. Atmosfer Stadion Dragao, tekanan tuan rumah dan permainan Porto membuat Manchester City harus bekerja keras untuk menjaga keseimbangan permainan.
Namun, perubahan pendekatan pada babak kedua membuat Manchester City lebih efektif dalam menyerang. The Citizens bermain lebih langsung dan akhirnya mampu menemukan ruang yang dibutuhkan Haaland untuk mencetak dua gol.
Kemenangan tersebut juga menjadi sinyal bahwa Manchester City di bawah Maresca memiliki kemampuan untuk memenangkan pertandingan dengan berbagai cara. Tidak selalu melalui penguasaan bola dan permainan menyerang yang dominan, tetapi juga lewat kesabaran dan efektivitas.
Manchester City Tampil dengan Wajah Berbeda
Salah satu perhatian dalam susunan pemain Manchester City vs Porto adalah kepercayaan yang diberikan kepada sejumlah pemain muda. Ayyoub Bouaddi mendapatkan kesempatan tampil sejak awal dan mampu memberikan kontribusi penting dalam permainan.
Di lini belakang, Manchester City menurunkan Gianluigi Donnarumma di bawah mistar, dengan Matheus Nunes, Ruben Dias, Marc Guehi dan Josko Gvardiol sebagai bagian dari pertahanan. Sementara lini tengah diisi Bouaddi dan Enzo Fernandez.
Phil Foden, Rayan Cherki dan Antoine Semenyo mendukung Haaland yang menjadi ujung tombak Manchester City. Komposisi tersebut memperlihatkan kombinasi antara pengalaman dan pemain muda dalam skuad Maresca.
Meski tidak tampil dengan permainan paling cair, Manchester City mampu menjaga struktur permainan sepanjang pertandingan. Porto beberapa kali mencoba menekan, tetapi tidak mampu mengubah tekanan tersebut menjadi gol.
Hal ini menjadi salah satu aspek positif yang bisa dibawa Manchester City dari pertandingan tandang tersebut.
Porto Gagal Manfaatkan Tekanan
FC Porto sebenarnya tidak menyerah begitu saja. Bermain di Estadio do Dragao, tim Portugal tersebut mencoba memanfaatkan dukungan suporter untuk menekan Manchester City sejak awal.
Namun, masalah utama Porto berada pada penyelesaian akhir. Tekanan yang dibangun tidak selalu berujung pada peluang bersih yang mampu mengancam gawang Manchester City.
Setelah Haaland mencetak gol pertama, situasi semakin sulit bagi Porto. Mereka harus lebih terbuka untuk mencari gol penyama kedudukan, tetapi celah tersebut justru memberikan kesempatan bagi Manchester City untuk melakukan serangan balik.
Gol kedua Haaland pada masa tambahan waktu kemudian memastikan seluruh kerja keras Porto berakhir tanpa poin.
Kemenangan Penting untuk Perjalanan Liga Champions
Hasil Manchester City vs FC Porto 2-0 menjadi awal yang sangat penting bagi The Citizens. Kemenangan tandang pada pertandingan pertama Liga Champions memberikan tiga poin sekaligus kepercayaan diri bagi skuad Maresca.
Manchester City juga menunjukkan bahwa mereka mampu melewati pertandingan sulit di kandang lawan. Ini menjadi modal berharga mengingat persaingan Liga Champions musim 2026/2027 diprediksi berlangsung ketat.
Bagi Haaland, dua gol tersebut kembali menegaskan statusnya sebagai mesin gol Manchester City. Ketika pertandingan berjalan ketat dan peluang tidak banyak tercipta, satu momen bisa berubah menjadi gol ketika bola berada di dekat striker Norwegia tersebut.
Manchester City kini dapat menatap pertandingan berikutnya dengan modal kemenangan 2-0 atas Porto. Fokus berikutnya akan tertuju pada bagaimana Maresca menjaga konsistensi tim, terutama ketika jadwal kompetisi domestik dan Eropa mulai semakin padat.
Kemenangan di Portugal juga memberikan pesan awal dari Manchester City: perjalanan menuju fase berikutnya Liga Champions 2026/2027 telah dimulai, dan Haaland kembali menjadi pemain yang paling siap menjadi pembeda.
Editor : Redaksi