Surabaya, MEMANGGIL.CO — Bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) berhasil memperkuat infrastruktur kelistrikan di Jawa Timur.
PLN sukses menyelesaikan proyek rekonduktoring sekaligus melakukan pemberian tegangan (Energize) pada Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Tuban, Kerek Line #2.
Keberhasilan ini melengkapi proses energize sirkuit 1 yang telah dilakukan sebelumnya pada 12 Agustus 2026.
Dengan rampungnya pekerjaan pada kedua sirkuit sepanjang 13,82 kilometer sirkuit (kms) ini, kapasitas penyaluran jaringan transmisi yang terhubung dengan Gardu Induk (GI) 150 kV Tuban tersebut meningkat signifikan hingga sekitar 1.500 Ampere.
General Manager PLN UIT JBM, Ika Sudarmaja, mengatakan, proyek rekonduktoring ini merupakan langkah strategis untuk merespons pesatnya pertumbuhan kebutuhan listrik sektor industri di wilayah Tuban dan sekitarnya.
"Peningkatan kapasitas jaringan ini sangat krusial, terutama untuk mengakomodasi rencana penyambungan Konsumen Tegangan Tinggi (KTT) PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) dengan estimasi kebutuhan daya mencapai 260 MVA. Keberhasilan ini adalah kado indah HPN 2026 untuk pelanggan," kata Ika dalam keterangan resminya, Jumat, 11 September 2026.
Ika menambahkan, dengan selesainya proyek ini, PLN makin siap mendukung potensi pertumbuhan beban kelistrikan di kawasan industri Tuban yang diproyeksikan mencapai 526 MVA pada tahun 2028 mendatang.
Sementara itu, Vice President Konstruksi dan Pemeliharaan Transmisi Sumatera Jawa Bali, Anton Junaidi, menambahkan, penguatan transmisi ini menjadi wujud nyata PLN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatkan customer experience, khususnya bagi pelanggan industri.
Pekerjaan penggantian kawat konduktor, pengujian instalasi, hingga energize dilakukan secara bertahap dan terencana dengan pengawasan ketat.
"Seluruh proses menerapkan prinsip Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) serta Standar Operasional Prosedur (SOP) ketenagalistrikan secara konsisten hingga mencapai nihil kecelakaan," ungkap Anton.
Hadirnya pasokan listrik yang kian andal dan berkapasitas besar ini diharapkan tidak hanya memberikan kepastian daya bagi industri eksisting, tetapi juga mampu menarik investasi baru guna menggerakkan roda perekonomian di Jawa Timur secara berkelanjutan.
Editor : Abdul Rohman