Pesan Gus Arief untuk Santri Blora di Tengah MTQ Nasional: Ilmu Agama Saja Tak Cukup

Reporter : Redaksi
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman atau Gus Arief (tengah). (Istimewa)

Blora, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman atau yang akrab disapa Gus Arief memberikan perhatian terhadap pentingnya kualitas generasi santri di tengah momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 yang digelar di Provinsi Jawa Tengah.

Pesan tersebut disampaikan Gus Arief melalui unggahan media sosialnya saat memberikan apresiasi atas terselenggaranya MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Jawa Tengah.

Ia menilai momentum nasional tersebut bukan sekadar ajang perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman.

Dalam unggahannya, Gus Arief menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI Tahun 2026. Ia juga berharap kegiatan tersebut membawa dampak positif bagi masyarakat, termasuk Kabupaten Blora.

“Selamat dan Sukses atas terselenggaranya Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Nasional XXXI Tahun 2026 di Provinsi Jawa Tengah,” tulis Gus Arief dalam unggahannya, dikutip Minggu (13/9/2026). 

Menurutnya, penyelenggaraan MTQ Nasional menjadi momentum penting untuk semakin mendekatkan masyarakat, khususnya generasi muda, dengan Al-Qur’an.

Ia berharap semangat yang muncul dari MTQ Nasional tidak berhenti ketika seluruh rangkaian perlombaan berakhir. Nilai-nilai yang terkandung dalam Al-Qur’an diharapkan terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga momentum MTQ Nasional ini semakin meningkatkan kecintaan kita kepada Al-Qur’an dan membawa keberkahan melimpah bagi daerah kita, aamiin,” lanjut Gus Arief.

Selain menekankan kecintaan terhadap Al-Qur’an, perhatian Gus Arief juga diarahkan pada kualitas sumber daya manusia santri di Kabupaten Blora.

Dalam pesan yang menyertai unggahannya, ia menyoroti bahwa santri Blora tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam bidang ilmu agama. Menurutnya, generasi santri juga perlu memiliki kondisi fisik yang sehat sehingga mampu berkembang dan berprestasi di berbagai bidang.

Pesan tersebut menjadi relevan di tengah semakin terbukanya ruang bagi para santri untuk menunjukkan kemampuan, baik dalam bidang keagamaan, pendidikan, olahraga, seni maupun bidang lainnya.

Santri, kata Gus Arief, diharapkan tumbuh sebagai generasi yang memiliki keseimbangan antara kekuatan spiritual, kesehatan, pengetahuan dan kemampuan untuk berkontribusi di tengah masyarakat.

Kehadiran santri dalam berbagai ajang tingkat daerah hingga nasional juga dinilai dapat menjadi salah satu indikator berkembangnya kualitas generasi muda di Blora.

MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 sendiri menjadi salah satu panggung nasional yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga mendorong agar gaung penyelenggaraan MTQ tersebut tidak berhenti pada kompetisi, tetapi ikut memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an.

Bagi Blora, momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk terus mendorong pembinaan generasi muda berbasis keagamaan. Pesan Gus Arief mengenai santri yang sehat dan berprestasi memperlihatkan bahwa pembinaan generasi tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik atau keagamaan semata.

Generasi santri juga dituntut mampu menghadapi perubahan zaman dengan bekal kesehatan, pendidikan, keterampilan dan karakter yang kuat.

Hal itu penting karena tantangan generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan perubahan sosial membuat generasi muda membutuhkan kemampuan yang lebih luas agar tetap memiliki pijakan nilai sekaligus mampu bersaing.

Karena itu, pendidikan pesantren dan pembinaan santri diharapkan tidak hanya menghasilkan generasi yang memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengambil peran di tengah masyarakat.

Gus Arief sendiri selama ini juga menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia generasi muda sebagai salah satu perhatian dalam pembangunan Blora. Dalam profil dan arah kebijakannya, peningkatan SDM generasi muda disebut penting agar mereka siap menghadapi tantangan dunia kerja yang terus berubah.

Momentum MTQ Nasional kemudian dapat menjadi pengingat bahwa kecintaan terhadap Al-Qur’an perlu berjalan beriringan dengan pembentukan generasi yang sehat, berkarakter dan memiliki prestasi.

Bagi para santri Blora, pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar prestasi tidak hanya dibangun dari kemampuan membaca atau menghafal Al-Qur’an, tetapi juga melalui pengembangan potensi diri secara menyeluruh.

Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam pemahaman agama, tetapi juga mampu tampil dan memberikan kontribusi dalam berbagai bidang kehidupan.

Lebih lanjut, Gus Arief berharap semangat MTQ Nasional XXXI 2026 dapat membawa keberkahan bagi Jawa Tengah dan daerah-daerah yang menjadi bagian dari penyelenggaraan maupun peserta kegiatan tersebut.

Harapan itu ia tutup dengan doa agar momentum nasional tersebut semakin memperkuat kecintaan masyarakat kepada Al-Qur’an sekaligus memberikan keberkahan bagi daerah.

Editor : Redaksi

Peristiwa
Berita Populer
Berita Terbaru