Sumedang, MEMANGGIL.CO - Puluhan warga Desa Marongge, Kecamatan Tomo, Kabupaten Sumedang, mendadak mengalami gangguan kesehatan setelah menyantap makanan dalam kegiatan “Berkah Jumat”, Jumat (11/9/2026).

Sejumlah warga harus mendapat perawatan di Puskesmas Tomo, sementara sebagian lainnya disebut dialihkan ke fasilitas kesehatan di wilayah Kabupaten Majalengka karena kapasitas pelayanan tidak mencukupi.

Peristiwa tersebut terjadi setelah warga menerima makanan yang dibagikan seusai menunaikan salat Jumat. Menu yang disantap warga antara lain nasi, telur balado, dan mie goreng.

Keluhan kesehatan disebut mulai muncul tidak lama setelah makanan dikonsumsi. Warga mengalami sejumlah gejala seperti sakit perut, muntah, buang air besar hingga pusing yang membuat mereka harus segera mendapatkan pertolongan medis.

Salah satu keluarga korban, Makdhen, mengatakan orang tuanya termasuk warga yang mengalami keluhan setelah menyantap makanan tersebut. Menurutnya, kondisi sang ayah berubah cukup cepat setelah selesai makan.

“Mama (orang tua laki-laki) tiba-tiba mengeluhkan sakit perut usai santap makanan setelah ba'da sholat Jumat. Kemudian muntah-muntah sambil BAB dan pusing,” ujar Makdhen.

Melihat kondisi orang tuanya yang semakin tidak nyaman, Makdhen kemudian membawa korban menuju Puskesmas Tomo. Namun, sesampainya di fasilitas kesehatan tersebut, ia mendapati puluhan warga lain juga datang dengan keluhan yang hampir serupa.

Situasi di Puskesmas Tomo kemudian menjadi padat karena banyak warga membutuhkan penanganan dalam waktu bersamaan. Bahkan, sejumlah pasien disebut harus menjalani proses pemberian infus sambil duduk karena keterbatasan tempat pelayanan.

“Banyak yang dirawat di Puskesmas sehingga tidak tertampung dan dialihkan ke rumah sakit terdekat di daerah Kabupaten Majalengka,” kata Makdhen.

Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat penanganan terhadap warga dilakukan dengan menyesuaikan kapasitas fasilitas kesehatan yang tersedia. Orang tuanya sendiri disebut tetap mendapatkan perawatan meski harus menjalani infus dalam posisi duduk.

“Bahkan mama juga diinfus dalam kondisi duduk di Puskesmas,” lanjutnya.

Sampel Makanan Diamankan

Di tengah penanganan warga yang mengalami gangguan kesehatan, upaya untuk mengetahui penyebab kejadian mulai dilakukan. Kepala Desa Marongge disebut telah mengamankan sejumlah sampel makanan yang sebelumnya dibagikan dalam kegiatan “Berkah Jumat”.

Sampel tersebut berupa nasi, telur balado, dan mie goreng. Makanan itu rencananya diperiksa melalui pengujian laboratorium untuk mengetahui apakah terdapat kontaminasi atau faktor lain yang menyebabkan warga mengalami gejala keracunan.

Hasil pemeriksaan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai faktor yang memicu banyak warga mengalami keluhan setelah menyantap makanan yang sama.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada kondisi para warga yang masih menjalani perawatan. Sejumlah pasien disebut telah mendapatkan penanganan di Puskesmas Tomo, sedangkan pasien lainnya dialihkan ke fasilitas kesehatan di wilayah Majalengka akibat keterbatasan daya tampung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Kepala Puskesmas Tomo mengenai jumlah pasti warga yang mendapatkan perawatan maupun kondisi terkini seluruh pasien. Penyebab kejadian juga masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dan keterangan resmi dari pihak terkait.