Blora, MEMANGGIL.CO - Bupati Blora Dr. H. Arief Rohman atau Gus Arief menegaskan pentingnya membentuk generasi santri yang tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga sehat secara jasmani, kreatif, berprestasi, serta memiliki akhlak yang baik.
Pesan tersebut disampaikan Gus Arief saat membuka secara resmi Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) VIII Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026 di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Minggu (13/9/2026).
Porsadin VIII menjadi ruang bagi para santri Madrasah Diniyah (Madin) di Kabupaten Blora untuk menunjukkan kemampuan sekaligus mengembangkan potensi mereka melalui berbagai cabang olahraga, seni dan bidang akademik. Kegiatan tersebut juga menjadi ajang pembinaan untuk mempersiapkan santri terbaik Blora menuju kompetisi di tingkat Jawa Tengah hingga nasional.
Gus Arief menyampaikan bahwa pembinaan santri tidak seharusnya berhenti pada penguatan kemampuan keagamaan. Menurutnya, generasi santri juga harus diberikan ruang untuk mengembangkan bakat, kreativitas, kesehatan jasmani dan kemampuan berkompetisi.
“Santri Blora tidak hanya hebat dalam ilmu agama, tetapi juga harus sehat jasmani, kreatif, dan berprestasi,” tulis Gus Arief.
Porsadin, lanjut dia, menjadi salah satu wadah yang dapat mempertemukan berbagai potensi tersebut. Para santri tidak hanya belajar dan mendalami ilmu agama di Madrasah Diniyah, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengasah kemampuan melalui kompetisi yang sehat.
Porsadin Jadi Kawah Candradimuka Santri Blora
Gus Arief menyebut Porsadin sebagai wadah silaturahmi sekaligus kawah candradimuka bagi para santri untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni.
“PORSADIN adalah wadah silaturahmi sekaligus kawah candradimuka bagi para santri untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni,” ujarnya.
Ia menilai keberadaan Madrasah Diniyah dan TPQ memiliki peran besar dalam membangun karakter generasi muda Blora. Pendidikan keagamaan yang diberikan sejak dini dinilai menjadi bekal penting agar anak-anak tumbuh dengan pemahaman agama sekaligus karakter yang kuat.
“Pemerintah Kabupaten Blora senantiasa mendukung penuh peran Madrasah Diniyah yang telah menjadi pilar penting dalam membentuk generasi yang tafaqquh fiddin dan berkarakter mulia,” kata Gus Arief.
Menurutnya, pembinaan generasi melalui Madin dan TPQ memiliki posisi strategis di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Anak-anak tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga membutuhkan fondasi moral, spiritual dan karakter agar mampu menghadapi perkembangan teknologi serta perubahan sosial.
Karena itu, Gus Arief mendorong agar kegiatan seperti Porsadin tidak dipandang sebatas perlombaan tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut harus menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menemukan sekaligus mengembangkan potensi santri.
Pemerintah Kabupaten Blora juga menyatakan dukungan terhadap keberadaan Madrasah Diniyah dan TPQ sebagai bagian dari ekosistem pendidikan masyarakat. Dalam pembinaan tersebut, pemerintah mendorong sinergi dengan berbagai program pendidikan daerah.
Gus Arief berharap dari Porsadin VIII tingkat Kabupaten Blora lahir santri-santri terbaik yang mampu membawa nama daerah ke level yang lebih tinggi.
“Semoga melahirkan anak-anak kita yang berprestasi, berakhlak, generasi yang cerdas dan berintegritas,” tegasnya.
Ia juga berharap para peserta yang nantinya menjadi wakil Blora di tingkat provinsi mampu mengukir prestasi dan bahkan melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.
“Dan juga semoga nanti dari hasil Porsadin tingkat kabupaten ini akan bisa maju ke tingkat provinsi, dan bisa mengukir prestasi di tingkat provinsi, bahkan nanti bisa berprestasi di tingkat nasional,” lanjut Gus Arief.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blora secara resmi membuka Porsadin VIII Tingkat Kabupaten Blora Tahun 2026.
“Bismillahirrahmanirrahim, Porsadin ke-VIII Tahun 2026 tingkat Kabupaten Blora kami nyatakan dibuka,” ucapnya.
Penyelenggaraan Porsadin VIII turut dihadiri Anggota DPR RI Eva Monalisa, Anggota DPRD Jawa Tengah Abdullah Aminudin, Ketua DPRD Blora, Ketua DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Blora Cuk Suwartono, jajaran pengurus FKDT, peserta, pendamping serta tamu undangan lainnya.
Ketua DPC FKDT Kabupaten Blora Cuk Suwartono menjelaskan, Porsadin digelar setiap dua tahun sekali. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menggali bakat dan potensi para santri Madrasah Diniyah.
Pada Porsadin VIII tingkat Kabupaten Blora tahun ini terdapat 16 cabang lomba yang dipertandingkan. Para peserta tidak hanya dituntut menunjukkan kemampuan, tetapi juga belajar membangun sportivitas, kreativitas dan rasa percaya diri.
Porsadin juga menjadi salah satu jalur bagi Blora untuk menemukan bibit-bibit unggul dari lingkungan Madrasah Diniyah.
Dari ajang tersebut, para santri diharapkan tidak hanya menjadi juara di tingkat kabupaten. Mereka juga dipersiapkan untuk bersaing di tingkat provinsi dan membawa nama Blora dalam kompetisi yang lebih tinggi.
FKDT Blora menargetkan munculnya peserta yang mampu melanjutkan prestasi pada ajang Porsadin tingkat Jawa Tengah. Bahkan, pengalaman sebelumnya menunjukkan terdapat perwakilan Blora yang mampu menembus tingkat nasional.
Bagi Gus Arief, capaian tersebut menjadi alasan penting mengapa pembinaan santri harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.
Pendidikan agama menjadi fondasi, sementara olahraga, seni dan berbagai keterampilan menjadi ruang bagi santri untuk mengembangkan potensi diri.
Dengan pola pembinaan seperti itu, santri diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman keagamaan yang baik, tetapi juga memiliki keberanian tampil, kemampuan berkompetisi, kreativitas serta karakter yang kuat.
Gus Arief pun memberikan semangat kepada seluruh peserta Porsadin VIII Blora agar menjadikan kompetisi sebagai kesempatan untuk memberikan kemampuan terbaik.
“Selamat bertanding, anak-anakku para santri! Tunjukkan prestasi dan potensi terbaik kalian, serta junjung tinggi sportivitas dan nilai-nilai akhlakul karimah,” pesannya.
Ia berharap Porsadin Blora mampu menjadi salah satu pintu lahirnya generasi unggul yang tidak hanya membanggakan keluarga dan lembaga pendidikan, tetapi juga Kabupaten Blora.
“Dari PORSADIN Blora, kita cetak generasi unggul untuk Jawa Tengah dan Indonesia,” tegas Gus Arief.
Dukungan terhadap Porsadin juga datang dari Anggota DPR RI Eva Monalisa. Ia menilai sinergi antara Pemkab Blora dan FKDT menjadi bagian penting dalam memperkuat pendidikan karakter serta keberadaan Madrasah Diniyah di Kabupaten Blora.
Pada kesempatan tersebut, Eva Monalisa juga memberikan dukungan berupa uang pembinaan sebesar Rp20 juta kepada FKDT Kabupaten Blora. Ia menilai Porsadin bukan sekadar perlombaan, melainkan momentum untuk menunjukkan potensi santri sekaligus menjaga tradisi keagamaan.
Dengan digelarnya Porsadin VIII, Blora kembali menegaskan pentingnya ruang pembinaan bagi generasi santri. Bukan hanya untuk mencetak juara, tetapi juga membangun generasi yang sehat, kreatif, berilmu, berakhlak dan siap bersaing hingga tingkat nasional.
Editor : Redaksi