MEMANGGIL.CO - Dinas Pendidikan (Disdik) Blora tengah mempersiapkan anggaran sebesar 5,7 miliar rupiah untuk perbaikan sarana dan prasarana di 20 Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2025.

Anggaran tersebut berasal dari Dana Alokasi Umum (DAU) yang ditujukan untuk memperbaiki kondisi fasilitas sekolah di wilayah Blora.

Ketua Seksi Sarana Prasarana dan Aset  Menengah Pertama, Catur Januarti, menjelaskan bahwa pengajuan perbaikan sekolah didasarkan pada data yang tercatat dalam sistem Dapodik (Data Pokok Pendidikan) yang dikelola oleh masing-masing sekolah.

Namun, Catur menekankan bahwa data tersebut belum sepenuhnya valid dan memerlukan verifikasi langsung di lapangan guna memastikan keakuratan informasi mengenai kerusakan atau kebutuhan perbaikan di setiap sekolah.

"Pengajuan dari Dapodik tidak selalu valid. Kami perlu melakukan pengecekan langsung ke lapangan, karena jumlah sekolah yang banyak membuat kami tidak dapat memeriksa semuanya secara menyeluruh," ujar Catur, ditulis Rabu (12/2/2025).

HUT RI

Untuk tahun 2025, Disdik Blora mengusulkan perbaikan di 20 SMP dengan anggaran terbesar sekitar 223 juta rupiah per sekolah.

Ia menuturkan, melalui pengajuan berbasis Dapodik, sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan seperti ruang kelas rusak atau tidak memiliki laboratorium komputer (Lepkom) akan mendapatkan fasilitas yang diperlukan.

"Jika dalam data Dapodik tercatat ada kerusakan ruang kelas atau sekolah tidak memiliki laboratorium komputer, mereka akan mendapatkan bantuan sesuai dengan kebutuhan yang tercatat," jelasnya.